Serikat Wasit Spanyol (AESAF) mengambil langkah hukum dengan berencana menuntut Presiden Real Madrid, Florentino Perez, akibat tuduhan korupsi yang dilontarkan pada Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Detik Sport, tindakan ini dipicu oleh pernyataan Perez yang menyebut adanya praktik curang di lingkungan perwasitan LaLiga.
Kecaman keras dari kubu wasit muncul setelah Perez memberikan keterangan pers di Madrid yang menuding para pengadil lapangan telah melakukan pencurian gelar juara. Perez mengeklaim kinerja wasit selama dua dekade terakhir telah merugikan klubnya secara sistematis.
"Saya telah berada di sini selama beberapa musim dan saya telah memenangkan 7 Liga Champions dan 7 gelar LaLiga, karena yang lainnya dicuri dari saya. Korupsi sistemik selama 2 dekade dan masih wasit yang sama," Perez mengungkapkan.
Kritik tajam dari pria berusia 79 tahun tersebut tidak berhenti di satu kesempatan saja. Keesokan harinya, ia kembali menyuarakan kekecewaannya melalui media Spanyol La Sexta mengenai kerugian poin yang dialami Real Madrid pada musim berjalan.
"Wasit yang sama masih melakukan hal yang sama, secara terang-terangan. Musim ini mereka telah mencuri 16 atau 18 poin dari kami," Perez mengatakan kepada La Sexta.
Menanggapi serangan verbal tersebut, AESAF mengeluarkan pernyataan resmi yang menuntut permintaan maaf secara terbuka dari pihak manajemen klub. Organisasi tersebut menilai pernyataan Perez telah merusak reputasi profesional para wasit di Spanyol.
"AESAF meminta agar Komite Kompetisi, sebagai tindakan pencegahan dan mendesak, memerintahkan Tuan Perez untuk berhenti mengeluarkan pernyataan serupa selama proses hukum berlangsung," begitu isi pernyataan resmi AESAF.
Selain penghentian pernyataan kontroversial, serikat tersebut juga mendesak adanya ganti rugi atas dampak moral yang timbul. Mereka menekankan pentingnya pemulihan nama baik institusi melalui saluran komunikasi publik resmi milik klub.
"Tuan Perez diharuskan untuk memberikan kompensasi kepada Asosiasi Wasit atas kerusakan moral, reputasi, dan profesional yang ditimbulkan; dan bahwa Real Madrid CF diharuskan untuk mengeluarkan pernyataan publik tentang perbaikan dan permintaan maaf," lanjut pernyataan tersebut.
AESAF menegaskan bahwa langkah hukum ini merupakan bagian dari fungsi statutoris organisasi untuk membela profesi wasit. Mereka menganggap tuduhan Perez sebagai serangan serius yang tidak berdasar terhadap kehormatan institusional sepak bola Spanyol.