Pekan seni rupa Art Jakarta Gardens 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, dengan melibatkan 26 galeri dari Indonesia dan kawasan Asia. Acara edisi kelima ini mengintegrasikan presentasi karya seni di dalam tenda utama serta area terbuka.
Penyelenggaraan tahun ini menandai konsistensi kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan sejak pertama kali diadakan pada masa pandemi 2022. Dilansir dari Lifestyle, para pengunjung dapat menikmati karya di dua tenda besar dan melihat berbagai instalasi patung yang tersebar di area taman dalam segmen Sculpture Garden.
Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto, menjelaskan bahwa perhelatan ini memiliki karakteristik unik melalui penggabungan pameran seni rupa terintegrasi dengan pertunjukan musik dan aktivitas seni lainnya di ruang terbuka hijau.
"Memasuki penyelenggaraan yang ke-5, Art Jakarta Gardens sudah menjadi pelantar atau platform kegiatan seni rupa dengan karakternya yang khas: acara pameran seni rupa terpadu di area taman terbuka, disertai pentas musik dan pertunjukan lain. Sementara, sebelumnya, di bulan Februari, Art Jakarta baru saja memperkenalkan dan menyelenggarakan Art Jakarta Papers. Rangkaian kegiatan tahunan Art Jakarta ini kami harapkan dapat memperkuat dinamika pasar seni rupa Indonesia, yang praktik dan jenis karyanya sungguh beragam, untuk diperkenalkan kepada peminat dan publik yang beragam pula.", komentar Enin Supriyanto.
Segmen Sculpture Garden menjadi pusat perhatian dengan menampilkan lebih dari 30 karya patung dari peserta galeri yang memanfaatkan lanskap hijau lokasi pameran. Sebagian besar karya yang ditampilkan merupakan hasil tangan seniman ternama Indonesia seperti Sunaryo, Nyoman Nuarta, Tisna Sanjaya, hingga Naufal Abshar.
Selain pameran fisik, Art Jakarta Gardens 2026 menyajikan program musik yang dikurasi oleh Plainsong Live dan didukung Bakti Budaya Djarum Foundation. Deretan musisi seperti Ali, The Cottons, hingga Batavia Collective dijadwalkan tampil untuk menghidupkan suasana di ruang publik tersebut.
Aspek seni performans juga turut memperkaya acara, termasuk kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. Program ini menampilkan karya dari Sarita Ibnoe, Agus Nur Amal PM Toh, serta pertunjukan Laku Swargaloka oleh kelompok Swargaloka.
Kegiatan ini juga mencakup sesi diskusi sebagai ruang pertukaran ide antara komunitas kreatif dengan publik serta tur terpadu bersama kurator profesional. Informasi detail mengenai jadwal acara dapat diakses masyarakat melalui kanal komunikasi resmi dan media sosial Art Jakarta.