Pabrikan asal Italia, Aprilia, berhasil menguasai posisi pertama dan kedua pada klasemen sementara MotoGP 2026 setelah menuntaskan empat seri pembuka musim ini. Keberhasilan ini didorong oleh kombinasi performa motor yang kompetitif, penampilan konsisten para pebalap, serta penurunan performa pesaing utama di lintasan.
Dilansir dari Detik Oto, CEO Aprilia Massimo Rivola mengungkapkan bahwa dominasi timnya terbantu oleh situasi rival, termasuk pebalap utama Ducati, Marc Marquez, yang belum mencapai level terbaiknya. Rivola menilai pencapaian menempatkan empat motor di posisi enam besar saat balapan di Jerez menjadi sinyal positif bagi perkembangan tim.
"Jelas penting menempatkan empat motor di enam besar di Jerez; itu pertanda bagus. Kami juga diuntungkan oleh fakta, bahwa Marc Marquez jelas tidak dalam performa terbaiknya. Kami tentu telah melakukan pekerjaan yang hebat selama musim dingin ini," ujar Massimo Rivola, CEO Aprilia.
Rivola menjelaskan bahwa timnya memiliki komposisi pebalap yang sangat kuat pada musim ini, termasuk perkembangan signifikan dari tim satelit Trackhouse. Menurutnya, posisi start yang baik menjadi salah satu kunci keuntungan strategis dalam setiap balapan yang dijalani para pebalapnya.
"Kami memiliki dua pebalap yang sangat kuat, dan saya harus mengatakan bahwa Trackhouse berkembang dengan sangat baik. Bezzecchi mempunyai keuntungan karena memulai balapan dari posisi yang lebih depan dibandingkan yang lain, sehingga ia mendapat keuntungan dalam balapan," lanjut Massimo Rivola.
Meskipun musim kompetisi masih menyisakan banyak seri, manajemen Aprilia merasa optimistis bahwa arah pengembangan tim sudah sesuai dengan target perebutan gelar juara dunia. Kerja keras selama jeda musim dingin dianggap telah membuahkan hasil yang terlihat dari dominasi di tiga Grand Prix pertama.
"Kita sudah sampai, ayo, kita sudah sampai. Musim ini masih sangat panjang, tetapi kami yakin bahwa kerja keras yang kami lakukan sudah di jalur yang benar," sambung Massimo Rivola.
Pebalap andalan Aprilia, Marco Bezzecchi, mencatatkan statistik impresif dengan memimpin jumlah lap terbanyak sepanjang tiga seri awal. Meski posisinya sempat tergeser oleh Alex Marquez dari tim Gresini di Grand Prix Spanyol, Bezzecchi tetap kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 11 poin sebelum memasuki seri berikutnya di Prancis.
Di sisi lain, Marc Marquez masih berupaya memulihkan performanya setelah mengalami cedera bahu pada Oktober lalu. Walaupun telah mengoleksi dua kemenangan pada sesi sprint, juara bertahan tersebut belum berhasil naik podium pada balapan utama musim ini namun tetap menaruh harapan pada pengembangan motor terbaru.