Presenter Anwar BAB terpaksa membatalkan rencana ibadah umrah pada momen Syawalan, April 2026, setelah jadwal penerbangan menuju Tanah Suci terganggu akibat eskalasi konflik antara Iran dan Israel. Pembatalan tersebut mendorong Anwar untuk mengalihkan rencana perjalanannya menjadi kunjungan wisata ke Thailand bersama rekannya, Boiyen.
Keputusan pembatalan ini diambil setelah adanya informasi mengenai penghentian sejumlah jadwal keberangkatan pesawat menuju kawasan Timur Tengah. Dilansir dari Detik Hot, Anwar sebelumnya telah menyusun agenda perjalanan ke beberapa lokasi sebelum memutuskan untuk berangkat ke Makkah.
"Kemarin kita sempat pergi ke tiga kota, bali, terus pergi ke sebelum puasa tuh ke pulau seribu tadinya syawalan mau di makkah, tapi qadarullah ternyata ada perang, keberangkatan banyak yang di-cancel. akhirnya aku di-cancel lah," kata Anwar saat syuting FYP Trans 7 di Hang Lekir, Jakarta Selatan, kemarin.
Kondisi keamanan di wilayah konflik yang tidak menentu membuat proses pengembalian dana atau refund menjadi pilihan rasional bagi sang artis. Anwar kemudian secara mendadak mengajak Boiyen untuk terbang ke Thailand meskipun menyadari adanya keterbatasan dalam penguasaan bahasa asing.
"Tapi aku refund, jadi langsung ngajal boiyen jalan jalan ke thailand nekat juga karna kita berdua gabisa bahasa inggris," ujarnya.
Pengalaman selama di luar negeri tidak sepenuhnya berjalan mulus karena kendala komunikasi yang mereka hadapi. Masalah tersebut bahkan sudah muncul sejak mereka menjalani prosedur pemeriksaan di bagian imigrasi bandara.
"Jangankan buat beli beli belanjaan kita sampe bandara aja udah ribet ngomongnya bahkan pas di imigrasi diomelin karna ga ngerti instruksi. di sana juga untungnya kita ketemu salah satu orang indonesia yang tinggal di sana," ungkapnya.
Selain kendala bahasa, aspek konsumsi juga menjadi perhatian serius bagi Anwar dan Boiyen selama berada di Thailand. Keduanya memilih untuk tetap mengonsumsi makanan yang disediakan oleh pihak hotel guna memastikan kehalalan menu yang disajikan.
"Kita nggak nyobain street food, kita nyobain yang di hotel-hotel, kita bisa liat buku menu kan menghindari yang ada babinya," jelas Anwar.
Kendala tambahan muncul saat mereka hendak kembali ke tanah air akibat urusan logistik dan barang bawaan. Boiyen dilaporkan harus membayar biaya tambahan yang cukup besar karena beban bagasi yang melebihi kapasitas awal.
"Aku nggak belanja apa-apa. nggak nambah koper. tapi boyen, pas kita pulang udah sampe ke bandara ternyata dia lupa beli bagasi cuma beli 10 kilo. akhirnya kbayar lagi 8 juta karena di isi sama baju dan saus-saus thailand," pungkas Anwar.