Keterbatasan opsi pemain untuk ajang Piala AFF 2026 memunculkan nama veteran Andik Vermansah sebagai kandidat kuat pengisi skuad Merah Putih. Sosok yang kini berusia 34 tahun tersebut dinilai mampu menjadi solusi bagi pelatih John Herdman berkat performa konsisten di level klub.
Dilansir dari Suara, Timnas Indonesia dipastikan tidak akan turun dengan kekuatan penuh pada turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara itu. Hal ini terjadi karena jadwal Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub-klub di Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas pemain Indonesia yang berkarier di sana.
Kondisi skuad yang terbatas memaksa John Herdman untuk mengalihkan fokus pada potensi pemain dari kompetisi domestik. Dalam situasi inilah, kehadiran Andik Vermansah dianggap sangat relevan untuk mengisi kekosongan kreativitas di lini serang Garuda.
Meskipun sudah tidak muda lagi, Andik menunjukkan kapasitas luar biasa bersama Garudayaksa FC sepanjang musim ini. Ia berhasil menjadi figur sentral dan motor serangan utama bagi timnya, membuktikan bahwa kualitasnya belum pudar di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia.
Data statistik mencatat Andik telah tampil dalam 23 pertandingan dengan torehan dua gol dan 13 assist. Capaian assist tersebut menjadikannya sebagai pemain dengan umpan gol terbanyak di babak Championship kompetisi domestik tersebut.
Salah satu kontribusi paling krusial terjadi ketika Andik menjadi arsitek di balik kemenangan 3-1 atas Persikad Depok. Hasil tersebut sangat bersejarah karena memastikan tiket promosi bagi Garudayaksa FC untuk naik ke kasta tertinggi, Super League.
Visi bermain serta umpan-umpan matang dari kaki Andik sering kali menjadi pembeda dalam momen-momen penting di lapangan. Bagi Timnas Indonesia, pemain lincah ini bukanlah sosok baru karena telah mengoleksi 30 caps serta mencetak dua gol sejak melakoni debut internasional pada tahun 2012.
Pengalaman internasional yang luas serta kepemimpinannya di lapangan dinilai sebagai aset berharga bagi skuad asuhan John Herdman. Keberadaannya diharapkan dapat membimbing para pemain muda yang akan mendominasi komposisi tim akibat absennya pemain yang merumput di luar negeri.
Keputusan untuk memanggil kembali sang raja assist yang tengah berada di puncak performa dianggap sebagai langkah cerdik. Strategi ini diharapkan mampu menambah daya dobrak serta memberikan kreativitas lebih bagi lini depan Timnas Indonesia dalam menghadapi persaingan di Piala AFF 2026.