Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menyangkal tudingan mengenai sulitnya mengendalikan para pemain Real Madrid melalui pernyataan resmi pada Rabu, 13 Mei 2026. Bantahan ini muncul menyusul spekulasi bahwa konflik internal di ruang ganti menjadi penyebab kegagalan klub asal Spanyol tersebut meraih gelar musim ini.
Dilansir dari Suara, Ancelotti yang memiliki pengalaman panjang melatih Los Blancos dalam dua periode berbeda menyatakan bahwa rumor tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan tidak pernah menemui kendala kedisiplinan selama memimpin tim di Santiago Bernabeu.
"Yang saya baca sepertinya pemain-pemain Madrid bertindak sesuka hati. Itu tidak benar. Omong kosong. Benar-benar omong kosong," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Ancelotti memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai metode kepemimpinannya yang mengedepankan dialog dengan para penggawa di lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap skema permainan dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh seluruh skuad.
"Tidak benar. Di sana, ketika mempunyai ide dan saya selalu berdiskusi dengan para pemain. Saya melihat apakah mereka setuju atau tidak. Kami bahkan melakukan ini di final Liga Champions," ujar Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Mantan pelatih AC Milan tersebut berpendapat bahwa keterbukaan dalam berkomunikasi bukanlah tanda kelemahan bagi seorang juru taktik. Sebaliknya, hal tersebut menjadi instrumen krusial agar visi pelatih tersampaikan secara utuh kepada para pemain.
"Bicara dengan pemain itu bukan berarti lemah. Itu sangat penting karena saya harus bisa menjelaskan ide permainan saya kepada pemain. Saya tidak ingin para pemain cuma menurut begitu saja. Saya ingin pemain tahu apa yang harus mereka lakukan," tutur Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Kondisi internal Real Madrid memang dilaporkan memanas sejak era kepemimpinan Xabi Alonso yang berakhir di awal tahun 2026. Hubungan Alonso dengan Vinicius Junior dikabarkan merenggang setelah pertandingan El Clasico pada Oktober 2025 lalu.
Estafet kepelatihan kemudian berpindah ke tangan Alvaro Arbeloa, namun ketegangan dilaporkan tetap berlanjut di dalam tim. Pekan lalu, Federico Valverde dan Aur├®lien Tchouam├®ni dikabarkan terlibat perselisihan yang memperkeruh suasana skuad.
Akibat rangkaian gejolak tersebut, posisi Arbeloa sebagai pelatih disebut berada di ujung tanduk untuk musim mendatang. Saat ini, nama Jos├® Mourinho mulai santer diperbincangkan sebagai kandidat utama untuk merestorasi ketertiban dan soliditas di kubu Real Madrid.