Alex Manninger Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Mobil di Austria

Alex Manninger Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Mobil di Austria
Foto: Ilustrasi Alex Manninger Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Mobil di Austria.

Mantan penjaga gawang Juventus, Alex Manninger, dikabarkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tragis di Salzburg, Austria, pada Kamis (16/4/2026) waktu setempat. Mobil yang dikemudikan pria berusia 48 tahun tersebut dilaporkan ringsek setelah tertabrak oleh rangkaian kereta api yang sedang melintas.

Kabar duka mengenai berpulangnya pria yang pernah membela panji Juventus pada periode 2008 hingga 2012 tersebut membawa kesedihan mendalam bagi dunia sepak bola internasional. Selama empat musim di Turin, Manninger dikenal sebagai sosok profesional yang menjadi pelapis utama bagi kiper legendaris Gianluigi Buffon, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Kepergian mendadak rekan setimnya tersebut memicu reaksi emosional dari Gianluigi Buffon yang langsung mengunggah pesan belasungkawa melalui media sosial pribadinya. Buffon mengenang sosok Manninger bukan sekadar sebagai rekan kerja di lapangan hijau, melainkan sebagai teman dekat yang memiliki prinsip hidup yang sangat kuat dan teguh.

"Dear Alex. Kata-kata ini mungkin tak berarti. Setiap tetes air mata ini adalah kesedihan atas kehilangan seorang teman dan orang yang selalu saya kagumi," tulis Buffon.

Penjaga gawang legendaris Italia tersebut kemudian menceritakan bagaimana Manninger memilih jalan hidup yang jauh dari gemerlap dunia hiburan sepak bola setelah memutuskan untuk gantung sepatu beberapa tahun lalu. Manninger diketahui lebih memilih menghabiskan masa pensiunnya dengan ketenangan di lingkungan alam terbuka dan fokus pada urusan domestik bersama keluarganya.

"Kamu memilih untuk tetap menyendiri dari hiruk-pikuk sepakbola, mencari kebahagiaanmu dalam hal sederhana: hidup dengan baik di perhutanan, memancing, menikmati alam, dan keluarga. Itulah prinsip hidupmu." kata Buffon.

Dalam rangkaian kalimat pilu tersebut, Buffon juga menyoroti integritas Manninger yang dianggapnya tetap mampu menjaga kebebasan diri di tengah tekanan industri olahraga yang sering kali hanya mengejar keuntungan materi. Ia menilai almarhum adalah sosok pria yang sangat memahami apa yang ia inginkan dalam hidupnya tanpa terpengaruh oleh tuntutan karier yang berat.

"Di dunia yang sering kali kejam dan cenderung tunduk, penuh penindasan, menuntut dalam karier, dan begitu mudah mencari keuntungan, kamu selalu bertahan kepada kebebasan dengan penuh kebanggaan berdiri tega sebagai seorang pria yang tahu apa yang diinginkan." tulis Buffon dalam unggahannya.

Lebih lanjut, Buffon mengenang ekspresi khas Manninger yang sering kali menunjukkan senyum kecil seolah sedang menertawakan kegilaan dunia sepak bola yang penuh dengan tekanan bagi para pelakunya. Hal ini menjadi salah satu memori yang paling melekat bagi Buffon selama mereka bekerja sama menjaga gawang Si Nyonya Tua.

"Kau punya kekuatan untuk menjauh dari semua ini (sepakbola) dan menatap kami dengan senyum licikmu, seolah berkata 'kalian semua gila, kalian tidak akan pernah bisa sepertiku.'" ujar Buffon.

Sebagai penutup pesan dukanya, Buffon menyampaikan harapan serta keyakinan agar mendiang tetap bisa memberikan perlindungan kepada keluarga kecil yang ditinggalkannya di Austria. Manninger meninggalkan seorang istri dan anak-anak yang masih berusia muda akibat insiden maut tersebut.

"Kuharap, sungguh, aku yakin, bahwa dari sana kau akan terus membimbing anak-anakmu yang cantik dan istrimu yang masih muda. Beristirahatlah dengan tenang." tulis Buffon.

Artikel terkait

Rekomendasi