Al Nassr berhasil mengunci gelar juara Liga Arab Saudi 2025/2026 pada pekan terakhir setelah menumbangkan Damac dengan skor 4-1 di Alawwal Park pada Jumat, 22 Mei 2026, dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membuat Al Nassr mengoleksi 86 poin di puncak klasemen akhir, unggul dua angka dari rival terdekat mereka, Al Hilal, yang finis di posisi kedua dengan 84 poin meski menang 1-0 atas Al Feiha.
Sebaliknya, kekalahan ini membuat Damac terdegradasi ke peringkat ke-16 dengan 29 poin karena tergeser oleh Al Riyadh yang mengumpulkan 30 poin.
Pertandingan penentu ini berjalan dengan tensi tinggi karena hasil imbang bisa menyerahkan trofi ke tangan Al Hilal, terutama setelah Al Nassr baru saja menelan kekalahan 1-0 dari Gamba Osaka di final Liga Champions AFC Two akhir pekan lalu.
Sadio Mane memecah kebuntuan Al Nassr pada menit ke-33 melalui sundulan dari umpan sepak pojok sebelum Kingsley Coman menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat tembakan dari tepi kotak penalti pada menit ke-51.
Damac sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Morlaye Sylla pada menit ke-57 setelah peninjauan VAR menyatakan Mohamed Simakan melakukan handball, namun Cristiano Ronaldo mengamankan kemenangan lewat dua gol pada menit ke-62 dan ke-80.
Dua gol ini memutus dahaga trofi major Ronaldo selama lima tahun terakhir, sekaligus menjadi gelar liga domestik pertamanya sejak berseragam Al Nassr pada Januari 2023.
Keberhasilan ini juga melengkapi catatan karier Ronaldo yang kini mengoleksi total 973 gol resmi serta menambah koleksi gelar liganya setelah memenangi Premier League, La Liga, dan Serie A.
Sebelum pertandingan penentu ini dimulai, pelatih Al Nassr Jorge Jesus membeberkan motivasi utamanya menangani klub tersebut.
"When I received the invitation from [Al-Nassr CEO Jos├®] Semedo and Cris [Cristiano Ronaldo], I only accepted this challenge to help Cris win titles in Saudi Arabia," ujar Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Jesus menambahkan bahwa ambisi meraih trofi juara domestik ini merupakan hal yang sangat krusial bagi seluruh elemen klub serta sang megabintang Portugal.
"Every title is different and we really want it, for the nation of Al-Nassr, and for Cris as well, it's fundamental," kata Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Lebih lanjut, mantan pelatih Al Hilal tersebut mengakui bahwa persaingan musim ini menjadi ujian terberat sepanjang karier kepelatihannya.
"Al-Nassr has been the most challenging project. I realise it was the most difficult project of my sporting career," tutur Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Jesus menjelaskan kesulitan itu muncul karena dirinya sempat ikut andil dalam membangun kekuatan tim rival pada musim-musim sebelumnya.
"Why? Because I knew the other opponents and I helped the great rival [Al-Hilal] for two years create a super team," ucap Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Kendati sempat gagal di kompetisi Asia, Jesus menegaskan fokus utamanya sejak awal memang tertuju pada trofi domestik tertinggi di Arab Saudi.
"From day one, our main objective has been to be champions of Saudi Arabia," cetus Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Menurut laporan dari Goal, fokus sang penyerang berusia 41 tahun tersebut kini akan langsung beralih ke level internasional untuk membela tim nasional Portugal di ajang Piala Dunia 2026.
"If we had to choose, it would always be to be champions of Saudi Arabia. That is our main goal, that's why we came here," kata Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Sesuai jadwal, Portugal yang tergabung di fase grup akan melakoni pertandingan pertama mereka melawan DR Kongo pada 17 Juni 2026, disusul laga berikutnya menghadapi Uzbekistan dan Kolombia.