AFC Sanksi Persib Bandung Denda Rp 3,5 Miliar Akibat Kericuhan

AFC Sanksi Persib Bandung Denda Rp 3,5 Miliar Akibat Kericuhan
Foto: Ilustrasi AFC Sanksi Persib Bandung Denda Rp 3,5 Miliar Akibat Kericuhan.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi berat kepada Persib Bandung berupa denda sebesar USD 200.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar serta larangan penonton akibat kericuhan suporter pada Rabu, 13 Mei 2026. Hukuman ini merupakan buntut insiden pascalaga melawan Ratchaburi FC dalam babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2).

Sanksi finansial tersebut harus dilunasi dalam kurun waktu 30 hari sejak keputusan disampaikan. Selain denda materiil, Maung Bandung diwajibkan menggelar dua pertandingan kandang di kompetisi klub pria AFC tanpa kehadiran penonton di stadion sebagai dampak dari pelanggaran disiplin dan regulasi keamanan.

Berdasarkan laporan Komite Disiplin dan Etik AFC yang dilansir dari Bola, Persib dinyatakan melanggar Pasal 65.1 dan 64.1 Kode Disiplin dan Etika AFC serta Pasal 35 Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC. Insiden bermula saat penonton di Tribune Selatan Stadion GBLA menyalakan kembang api dan suar pada 18 Februari 2026.

Kericuhan memuncak setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-0 yang membuat Persib tersingkir dengan agregat 1-3. Sejumlah oknum pendukung melakukan invasi ke dalam lapangan, memanjat pagar pembatas, dan melemparkan berbagai objek ke area pertandingan.

Manajemen Persib Bandung sempat melakukan tindakan tegas secara internal dengan menutup Tribune Selatan dan VIP Barat Selatan (VBS) sejak laga domestik melawan Persita Tangerang. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perilaku buruk suporter di level internasional.

ÔÇ£Sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang, kami memutuskan untuk menutup sementara Tribune Selatan serta VIP Barat Selatan (VBS) sektor D dan E, mulai dari pertandingan Persib vs Persita yang digelar pada hari ini, Minggu, 22 Februari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan,ÔÇØ terang manajemen melalui pernyataan resmi Persib.

Pihak klub menyatakan bahwa emosi pendukung seharusnya tidak merugikan keselamatan pihak-pihak di dalam stadion. Sanksi penutupan stadion penuh pada pertandingan kedua saat ini ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun, kecuali jika pelanggaran serupa terulang kembali.

ÔÇ£Kami memahami bahwa dinamika emosi dalam sepak bola adalah hal yang tidak terpisahkan. Namun demikian, setiap bentuk tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain, ofisial, maupun sesama penonton tentu perlu kita sikapi bersama.ÔÇØ kata pihak Persib dalam rilis tertulisnya.

Manajemen juga menekankan pentingnya menjaga citra klub dan sepak bola Indonesia di mata Asia melalui perilaku suporter yang tertib. Hal ini dilakukan guna memastikan stadion tetap menjadi ruang yang aman bagi seluruh kalangan.

ÔÇ£Sepak bola seharusnya tetap menjadi ruang dukungan yang positif aman, dan membanggakan bagi semua pihak,ÔÇØ tutup pernyataan Persib.

Artikel terkait

Rekomendasi