Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi berat kepada Persib Bandung menyusul kerusuhan suporter dalam laga melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Februari 2026. Putusan ini mewajibkan klub membayar denda serta menjalankan larangan bertanding tanpa penonton.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada Rabu (13/5/2026), hukuman finansial yang harus ditanggung Persib mencapai 200.000 dolar AS atau setara Rp3,5 miliar. Selain itu, klub berjuluk Maung Bandung tersebut dilarang menyelenggarakan dua pertandingan kandang dengan kehadiran penonton di kompetisi resmi AFC, sebagaimana dilansir dari Suara.
"Persib Bandung (IDN) diperintahkan untuk membayar denda total sebesar USD200.000/- yang harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC," tulis AFC dalam pernyataan resminya.
Otoritas sepak bola Asia tersebut menegaskan bahwa sanksi penutupan stadion berlaku secara penuh bagi Persib untuk laga internasional mendatang yang digelar di Indonesia. Langkah ini diambil menyusul kegagalan penyelenggara dalam mengendalikan keamanan serta perilaku penonton di stadion.
"Persib Bandung (IDN) diperintahkan untuk memainkan dua (2) pertandingan dengan penutupan stadion penuh. Perintah ini berlaku untuk dua (2) pertandingan kandang Persib Bandung (IDN) berikutnya yang dimainkan di wilayah Indonesia dalam kompetisi klub putra AFC," lanjut pernyataan tersebut.
Pelanggaran yang dicatat AFC meliputi penyalaan suar dan kembang api oleh oknum suporter saat laga berlangsung. Penonton juga dilaporkan melakukan pelemparan benda ke dalam lapangan hingga pengrusakan fasilitas publik seperti kursi penonton dan papan iklan di pinggir lapangan.
AFC turut menyoroti adanya tindakan fisik serta penghinaan verbal yang ditujukan kepada perangkat pertandingan dan tim lawan. Dari sisi teknis penyelenggaraan, panitia dinilai gagal mengamankan area vital seperti koridor, tangga, dan jalur evakuasi yang terhambat oleh kerumunan penonton sehingga membahayakan keselamatan umum.
Atas rentetan insiden tersebut, Persib kini berada dalam masa percobaan selama dua tahun. Jika pelanggaran serupa terulang kembali dalam periode tersebut, AFC memperingatkan akan menjatuhkan hukuman yang jauh lebih berat kepada klub kebanggaan Jawa Barat ini.