AFC Jatuhkan Sanksi Rp3,5 Miliar dan Larangan Penonton bagi Persib

AFC Jatuhkan Sanksi Rp3,5 Miliar dan Larangan Penonton bagi Persib
Foto: Ilustrasi AFC Jatuhkan Sanksi Rp3,5 Miliar dan Larangan Penonton bagi Persib.

Persib Bandung mendapatkan sanksi berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) berupa denda finansial senilai 200.000 dollar AS atau setara Rp3,5 miliar menyusul kericuhan penonton. Insiden tersebut terjadi setelah laga melawan Ratchaburi FC pada fase grup AFC Champions League Two, Jumat (15/5/2026).

Selain denda materi yang sangat besar, Komite Disiplin dan Etika AFC juga melarang kehadiran suporter dalam dua pertandingan kandang Maung Bandung mendatang. Keputusan ini menjadi hambatan bagi klub yang tengah berlaga di kompetisi Asia tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola.

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyatakan bahwa dana miliaran rupiah yang digunakan untuk membayar denda seharusnya bisa digunakan untuk pengembangan infrastruktur. Pihak klub menyayangkan tindakan oknum yang memicu kerugian finansial maupun operasional secara signifikan.

"PT Persib Bandung Bermartabat menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sanksi dan denda yang dijatuhkan oleh AFC," kutip perwakilan manajemen dalam situs resmi Persib Bandung.

Kekecewaan ini muncul karena pelanggaran disiplin tersebut terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan dalam pertandingan internasional di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

"Menyusul insiden yang terjadi setelah pertandingan antara Persib melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 dalam ajang AFC Champions League Two 2025/2026." sambung pernyataan tersebut.

Pihak manajemen merinci bahwa sanksi tanpa penonton akan berdampak pada pendapatan serta dukungan mental bagi para pemain di lapangan. Dampak ekonomi dari hilangnya penjualan tiket menambah daftar kerugian yang harus ditanggung oleh manajemen klub.

"Nilai denda yang mencapai sekitar Rp3,5 miliar, ditambah potensi kehilangan pendapatan pertandingan akibat hukuman tanpa penonton, merupakan kerugian yang sangat besar bagi klub." jelas pihak manajemen.

Rencana alokasi dana untuk pembinaan usia muda serta peningkatan fasilitas latihan terpaksa ditinjau ulang demi memenuhi kewajiban denda kepada otoritas sepak bola Asia.

"Nilai tersebut bukan angka kecil. Dana sebesar itu sejatinya dapat dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, dan peningkatan kualitas operasional." terang manajemen.

Persib Bandung kini berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem pengamanan pertandingan untuk mencegah sanksi serupa di masa depan.

"Hingga memperkuat daya sang tim agar Persib dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh di level Asia," terangnya.

Langkah introspeksi radikal akan diambil untuk mengevaluasi kinerja panitia pelaksana serta koordinasi keamanan di lingkungan stadion.

"Di sisi internal, Persib juga akan melakukan introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan." ungkap perwakilan klub.

Evaluasi ini juga mencakup manajemen risiko guna memastikan standar keselamatan pertandingan internasional dapat terpenuhi dengan baik.

"Termasuk sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, manajemen risiko pertandingan, hingga langkah-langkah preventif lainnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang." tambah manajemen.

Klub menekankan bahwa keberlangsungan tim di level kontinental sangat bergantung pada ketertiban seluruh elemen pendukung.

"Persib memahami bahwa evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk terhadap aspek-aspek yang berada dalam tanggung jawab klub." jelasnya.

Manajemen berharap ada sinergi yang lebih baik antara suporter dan pengelola demi menjaga nama baik sepak bola Indonesia.

"Kami meyakini bahwa menjaga sepak bola yang aman dan bermartabat harus dimulai dari evaluasi terhadap diri sendiri, sekaligus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak," tutup manajemen.

Artikel terkait

Rekomendasi