Sinema horor Indonesia kembali mencatatkan langkah ambisius di kancah internasional melalui proyek terbaru bertajuk Zona Merah: Dead City. Film ini merupakan adaptasi layar lebar yang memperluas semesta dari serial orisinal populer berjudul serupa.
Dikutip dari Lifestyle, karya besutan Screenplay Films ini tidak hanya menargetkan penonton domestik, tetapi juga dipersiapkan secara matang untuk menembus pasar global. Transformasi dari format serial ke layar lebar membawa peningkatan skala cerita yang lebih masif.
Fokus narasi tetap mempertahankan kekuatan aslinya, yakni perpaduan antara teror wabah mayat hidup dengan intrik politik yang kental. Latar cerita berada di kota fiktif Rimbalaya, sebuah wilayah yang digambarkan penuh tekanan dan ketegangan.
Dalam versi filmnya, konflik dirancang menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan versi serial. Atmosfer kelangsungan hidup atau survival dibuat lebih mencekam dengan visualisasi kota yang sepenuhnya telah jatuh ke tangan para terinfeksi.
Proses pengambilan gambar untuk proyek besar ini telah dimulai sejak 7 April 2026. Berdasarkan jadwal yang ada, aktivitas syuting direncanakan akan terus berlangsung hingga bulan Mei 2026 mendatang.
Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa kembali dipercaya sebagai sutradara sekaligus kreator di balik proyek ini. Sidharta Tata juga memegang peran penting sebagai penulis naskah guna menjamin visi artistik dari versi serial tetap terjaga konsistensinya.
Kolaborasi Internasional dan Jajaran Pemain
Langkah strategis diambil pihak produksi dengan menggandeng Barunson E&A sebagai agen penjualan internasional. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut memiliki reputasi besar sebagai rumah produksi film pemenang Oscar, Parasite.
Melalui kemitraan ini, Zona Merah: Dead City akan dipresentasikan kepada para pembeli film dunia dalam ajang Cannes Film Market. Film ini akan bersanding dengan proyek Asia bergengsi lainnya, termasuk karya sutradara Joko Anwar yang berjudul Ghost in the Cell.
Dari departemen akting, sejumlah nama yang membintangi versi serial dipastikan kembali hadir. Mereka adalah Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Danendra, serta aktor senior Lukman Sardi.
Kekuatan departemen akting semakin diperkuat dengan kehadiran wajah-wajah baru yang akan memperluas dinamika cerita. Nama-nama populer seperti Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero turut bergabung dalam jajaran pemeran utama.