Sutradara muda Wregas Bhanuteja kembali menyiapkan karya layar lebar terbarunya yang bertajuk Para Perasuk setelah sukses dengan film Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti. Proyek ini menjadi film panjang ketiga yang mengeksplorasi realitas sosial serta ruang batin manusia melalui pendekatan sinematik yang reflektif.
Dilansir dari Lifestyle, Wregas Bhanuteja mengusung genre drama supranatural dalam film ini dengan memadukan unsur fantasi, psikologis, hingga kekayaan kesenian daerah. Dalam proses produksinya, sineas asal Yogyakarta tersebut menggarap naskah bersama Alicia Angelina dan Defi Mahendra.
Fokus cerita berpusat pada tokoh Bayu yang diperankan oleh aktor Angga Yunanda. Bayu merupakan seorang pemuda dari Desa Latas yang memiliki ambisi besar untuk diakui sebagai perasuk terbaik di kampung halamannya.
Desa Latas digambarkan sebagai wilayah pinggiran kota yang memegang teguh tradisi unik berupa pesta kerasukan. Ritual yang diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya dianggap sebagai praktik kepercayaan, tetapi juga menjadi hiburan kolektif bagi seluruh warga setempat.
Konflik mulai muncul saat mata air keramat yang menjadi lokasi pencarian roh oleh para perasuk terancam rusak. Demi menyelamatkan sumber kehidupan tersebut, Bayu berinisiatif memimpin sebuah pesta kerasukan dalam skala besar untuk menggalang dana penyelamatan desa.
Perjalanan tersebut membawa Bayu pada pemahaman baru bahwa ambisi semata tidak cukup untuk menjadi perasuk sejati. Pengalaman yang ia lalui menuntunnya pada kesadaran mendalam mengenai tanggung jawab, batasan diri, serta makna pengorbanan yang sebenarnya.
Perspektif Humanis dalam Fenomena Supranatural
Ide cerita film ini lahir dari riset Wregas terhadap fenomena pesta kerasukan yang masih eksis di berbagai wilayah Indonesia. Ia berusaha menampilkan sisi kemanusiaan dari para pelaku ritual tersebut tanpa menjadikannya sebagai objek yang menakutkan.
"Film ini saya buat dengan maksud untuk membalikkan perspektif di mana biasanya kerasukan dipakai untuk menakut-nakuti. Film ini dihadirkan dengan humanis dan memperlihatkan sisi kemanusiaan dari orang-orang yang terlibat dalam pesta kerasukan," kata Wregas dalam keterangan tertulisnya.
Wregas memposisikan fenomena kerasukan sebagai pengalaman kolektif yang hidup di masyarakat, bukan sekadar elemen eksotis. Pendekatan ini memungkinkan narasi yang cair antara realitas dan imajinasi, menyentuh isu identitas hingga pengalaman transendental.
"Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya," sambungnya.
Jajaran Pemain dan Jadwal Tayang
Selain Angga Yunanda, film ini diperkuat oleh deretan aktor ternama seperti Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Nama-nama lain yang turut bergabung adalah Ganindra Bimo, Indra Birowo, hingga penyanyi internasional Anggun.
Para Perasuk dijadwalkan mulai menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia pada 23 April 2026. Sebelum penayangan domestik, film ini telah mendapatkan apresiasi internasional melalui pemutaran perdana dunia di Sundance Film Festival 2026.
Karya terbaru Wregas Bhanuteja ini juga terpilih untuk berkompetisi di Miami Film Festival 43 dalam program Marimbas Award. Selain di Amerika Serikat, film ini juga masuk dalam kompetisi Fantaspoa di Brasil yang memperluas jangkauan distribusinya di pasar global.