Wolverhampton Wanderers dipastikan terdegradasi dari kompetisi Premier League setelah rival mereka di zona bawah, West Ham United, bermain imbang tanpa gol melawan Crystal Palace. Kepastian ini mengakhiri perjalanan delapan musim berturut-turut klub berjuluk Si Serigala tersebut di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Dilansir dari Detik Sport, Wolves kini terpuruk di dasar klasemen dengan perolehan 17 poin. Selisih angka tersebut tidak mungkin lagi mengejar West Ham United yang berada di peringkat ke-17 dengan 33 poin, mengingat kompetisi musim ini hanya menyisakan lima pertandingan.
Penurunan performa tim memicu gelombang protes dari para pendukung yang menilai pemilik klub, Fosun Group, lebih memprioritaskan ekspansi unit bisnis esport daripada tim sepak bola. Kekecewaan fans juga dipicu oleh kenaikan harga tiket pertandingan kandang sementara kondisi Stadion Molineux dinilai minim perbaikan.
Jurnalis Tim Spiers melalui unggahan di media sosial mendokumentasikan aksi protes yang dilakukan oleh pendukung setia Wolves di luar stadion.
"Loyal Wolves fans protesting against the club's ownership outside the stadium after tonight's match against Man United kicked off. They were singing about Jeff Shi and Fosun. And Esports. They want change." tulis Tim Spiers, Jurnalis.
Mantan Presiden Komisaris Wolves, Jeff Shi, sempat mendapat kritik tajam sebelum akhirnya menanggalkan jabatannya pada Desember 2025 dan digantikan oleh Nathan Shi. Laporan The Athletic menyebutkan bahwa Shi memandang sektor esport memiliki prospek bisnis yang lebih menguntungkan bagi Fosun Group dibandingkan sepak bola.
Di tengah keterpurukan tim sepak bola, divisi esport Wolves justru mencatatkan prestasi gemilang, termasuk tim Honor of Kings yang menembus Grand Final King Pro League 2025 di Beijing. Pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh 62.000 penonton di Bird Nest Stadium dan memecahkan rekor dunia Guinness untuk jumlah penonton esport terbanyak.