Willian Pacho muncul sebagai sosok yang paling sering merumput di panggung Liga Champions musim ini. Bek tengah andalan Paris Saint-Germain (PSG) tersebut mengungguli deretan pemain depan populer dalam hal konsistensi menit bermain.
Data resmi dari UEFA menunjukkan bahwa Willian Pacho telah melakoni 16 pertandingan di kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut. Durasi bermainnya mencapai angka 1.440 menit sepanjang musim ini, seperti dilansir dari Detik Sport.
Catatan tersebut menempatkan Pacho di posisi teratas, hanya berselisih satu menit dari rekan setimnya, Vitinha, yang menjadi pesaing terdekat. Kehadiran bek asal Ekuador ini menjadi pilar yang nyaris tidak tergantikan dalam skema pertahanan Les Parisiens.
Sejak didatangkan pada bursa transfer musim panas 2024, pemain berusia 24 tahun ini langsung mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Luis Enrique. Investasi PSG pada talenta muda ini terbukti membuahkan hasil dengan posisi reguler di skuad utama.
Performa Pacho di lini belakang tidak hanya soal durasi bermain, tetapi juga efektivitas bertahan. Ia tercatat sebagai pemain dengan jumlah pemulihan bola (ball recovery) terbanyak di Liga Champions musim ini, yakni mencapai 101 kali.
Selain unggul dalam memenangkan bola kembali, Pacho juga mencatatkan angka sapuan (clearances) tertinggi sebanyak 60 kali. Statistik ini mengukuhkan perannya sebagai tembok pelindung utama di area pertahanan PSG dari gempuran lawan.
Kontribusi masifnya terlihat jelas saat pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern Munich melawan PSG. Berkat penampilan solidnya, Willian Pacho dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga krusial tersebut.
Meskipun mendapatkan penghargaan individual, Pacho memilih untuk bersikap rendah hati dan memuji kerja sama tim. Ia menilai kekokohan lini pertahanan merupakan hasil dari komitmen seluruh pemain yang bersedia membantu tugas defensif.
"Mentalitas kami adalah bermain sebagai satu tim. Para penyerang ikut membantu bertahan, lalu kami para bek juga ikutan membantu serangan. Tim ini penuh komitmen tinggi," katanya.
Pacho menegaskan bahwa sinergi antara lini depan dan belakang menjadi kunci utama stabilitas PSG. Keseimbangan dalam transisi menyerang dan bertahan inilah yang membuat kolektivitas tim tetap terjaga di level kompetisi tertinggi.