Penyelenggaraan festival musik metal terbesar di Asia Tenggara, Hammersonic 2026, di NICE PIK 2 pada awal Mei 2026 meninggalkan cerita unik sekaligus kontroversial. Di balik kemeriahan aksi panggung, keluhan penonton mengenai harga minuman menjadi sorotan hangat di jagat maya.
Dilansir dari Suara, para pengunjung mengeluhkan harga segelas es jeruk yang dipatok sebesar Rp50.000 oleh salah satu tenant di area festival. Harga tersebut dinilai tidak masuk akal bagi kategori minuman rakyat yang biasanya dibanderol dengan harga terjangkau.
Kekecewaan ini mencuat setelah akun media sosial Evolved_rock membagikan tangkapan layar berisi protes salah satu penonton yang hadir. Meskipun memuji kualitas acara secara keseluruhan, pengunjung tersebut merasa harga minuman sudah melampaui batas kewajaran.
"Apapun line-up nya, Hammersonic tetap luar biasa! Bang tapi tolong kayaknya es jeruk gocap (Rp50 ribu) bisa dimurahin lagi deh atau ya udah diganti minuman lain yang lebih murah. Es teh tawar juga udah oke banget," tulis penonton tersebut dalam unggahannya.
Isu ini pun memicu berbagai komentar sarkastik dari penonton lainnya di media sosial. Salah satu netizen bahkan menjuluki minuman tersebut sebagai pengalaman mewah karena memiliki harga standar internasional.
"Terima kasih Hammersonic 2026, saya jadi tahu ada es jeruk dengan harga internasional," tulis pengunjung lainnya bernada sindiran.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, CEO Ravel Entertainment Ravel Junardy memberikan respons langsung. Sebagai promotor yang menakhodai Hammersonic, ia menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap praktik penetapan harga yang merugikan Hammerhead.
Ravel memberikan pernyataan tegas melalui kolom komentar di platform media sosial untuk menenangkan para penonton. Ia berencana memberikan sanksi berat kepada pihak tenant yang terbukti mematok harga berlebihan.
"Nanti aku marahin ya yang jual es jeruk 50 ribu kita banned aja," kata Ravel Junardy.
Langkah tegas untuk melakukan pemblokiran atau pelarangan bagi pedagang tersebut mendapat sambutan positif dari netizen. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk perlindungan promotor terhadap kenyamanan konsumen yang telah membeli tiket festival.
Di sisi lain, netizen Indonesia merespons drama harga es jeruk ini dengan beragam komentar jenaka. Banyak yang membandingkan nominal tersebut dengan biaya makan siang atau harga pohon jeruk itu sendiri.
"Bisa beli sampe pohonnya itu mah kalau 50 ribu," tulis salah satu netizen dengan imbuhan emoji tertawa.
Meskipun sempat diwarnai drama harga minuman dan pembatalan beberapa penampil internasional, antusiasme penonton Hammersonic 2026 tetap tinggi. Sebagian besar pengunjung menyatakan puas dengan pengalaman festival yang disuguhkan tahun ini.