Pemain tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen, secara resmi mengumumkan keputusan untuk pensiun dari dunia bulutangkis profesional pada Rabu (15/4/2026). Langkah besar ini diambil sang atlet setelah mengalami cedera punggung berkepanjangan yang tidak kunjung membaik untuk kompetisi level tinggi.
Mantan pemain nomor satu dunia itu membagikan kabar tersebut melalui akun media sosial pribadinya, sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Axelsen menjelaskan bahwa kondisi fisiknya saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjalani rutinitas latihan maupun turnamen di tingkat tertinggi.
"Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya. Akibat masalah punggung yang terus menerus menimpa saya, saya tidak lagi dapat berlomba dan berlatih di tingkat tertinggi," tulis Axelsen.
Pebulutangkis yang sukses menyabet medali emas pada Olimpiade 2020 dan 2024 ini mengaku telah menempuh berbagai jalur medis demi kesembuhan. Namun, setelah melewati beragam prosedur, ia akhirnya diminta untuk lebih mementingkan kesehatan tubuhnya dalam jangka waktu panjang.
"Setelah menjalani operasi endoskopi, banyak suntikan, metode latihan baru, perawatan, dan pada dasarnya mencoba segala hal untuk bebas dari rasa sakit selama ini. Saya disarankan untuk fokus pada kesehatan jangka panjang saya," kata Axelsen.
Keputusan berat ini didasari oleh realitas bahwa tubuhnya telah mencapai batas maksimal untuk bersaing di kancah internasional. Meskipun berat, Axelsen merasa dorongan fisik menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan lagi.
"Tetapi saya kini telah mencapai titik dimana tubuh saya tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan (bermain)," ujarnya.
Dalam pengumumannya, atlet kelahiran Odense tersebut memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak medis dan teknis yang menyertainya selama ini. Ia pun mengenang kembali dedikasi total yang telah diberikan sejak masa awal kariernya sebagai atlet.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua dokter, spesialis, dan pelatih saya yang telah berusaha menemukan solusi," kata Axelsen.
Ia menegaskan komitmen penuhnya terhadap olahraga ini merupakan bagian dari upaya mencapai cita-cita menjadi yang terbaik di dunia. Baginya, setiap sesi latihan dan pertandingan adalah bagian dari perjalanan hidup yang ia syukuri.
"Sejak hari pertama saya memegang raket, saya tahu mimpi saya adalah menjadi yang terbaik di dunia. Saya telah menyerahkan semua yang saya miliki untuk olahraga ini dalam usaha mencapai tujuan itu setiap hari, setiap sesi, setiap pertandingan," ucap Axelsen.
Pencapaian karier yang gemilang membuat Axelsen merasa bangga tanpa ada rasa penyesalan sedikitpun saat harus meninggalkan lapangan. Pelajaran hidup yang didapat selama menekuni bulutangkis dinilai jauh lebih berharga daripada sekadar prestasi di papan skor.
"Bagi saya, ini bukan hanya sebuah karier. Ini adalah hidup saya, dan saya telah melakukan segala usaha. Menengok ke belakang, saya merasa bangga, tetapi lebih dari itu, saya merasa berterima kasih. Saya telah mencapai semua yang pernah saya impikan, dan lebih dari itu," ujarnya.
Axelsen menambahkan bahwa disiplin dan ketahanan mental adalah nilai-nilai utama yang ia peroleh dari olahraga ini. Karakter pribadinya terbentuk kuat melalui dinamika yang terjadi di dalam lapangan selama bertahun-tahun.
"Dan melalui semua itu, badminton telah mengajarkan saya pelajaran yang jauh melebihi olahraga. Pelajaran tentang disiplin, pengorbanan, ketahanan, dan siapa saya sebagai seorang manusia," tutur Axelsen.
Sejumlah pebulutangkis elite Indonesia turut memberikan penghormatan terakhir atas perjalanan karier Axelsen yang luar biasa. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menyampaikan ucapan selamat melalui unggahan di media sosial.
"Selamat menikmati masa pensiun, sobat! Selamat atas karier yang luar biasa! Semoga yang terbaik menanti di babak baru hidupmu," tulis Ginting.
Jonatan Christie juga mengenang momen kebersamaan mereka di lapangan sebagai sebuah kehormatan tersendiri selama berkarier.
"Selamat menikmati masa pensiun, Champ. Merupakan suatu kehormatan bisa bermain bersama Anda di lapangan. Sampai bertemu dan semoga beruntung di bab selanjutnya," tulis Jonatan.
Pemain muda Alwi Farhan turut menyuarakan rasa hormatnya kepada sang legenda Denmark tersebut. Ia menyebut Axelsen sebagai sosok juara yang senantiasa memberikan nasihat berharga bagi pemain generasi baru.
"Selamat menikmati masa pensiun papa Viggo. Kamu benar-benar juara dan legenda. Saya mengingat nasihatmu sampai sekarang. Itu sangat berarti bagi saya, berharap hal terbaik untukmu," kata Alwi.
Penghormatan juga mengalir dari sektor ganda putra melalui Fajar Alfian dan Sabar Karyaman Gutama. Fajar secara singkat mendoakan masa istirahat yang tenang bagi rekannya tersebut.
"Selamat kenikmati pensiun," kata Fajar.
Senada dengan Fajar, Sabar Karyaman Gutama juga memberikan ucapan selamat kepada Axelsen.
"Selamat menikmati masa pensiun," tulis Sabar.
Legenda ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan, tidak ketinggalan memberikan apresiasi atas dedikasi Axelsen. Marcus menyebut Axelsen sebagai sosok legenda hidup di dunia bulutangkis.
"Selamat menikmati hidup, legenda," tulis Marcus.
Mohammad Ahsan menutup rentetan ucapan dari para pemain Indonesia dengan doa terbaik bagi masa depan Axelsen setelah gantung raket.
"Selamat menikmati pensiun, sang juara. Semoga kamu mendapatkan hal-hal terbaik," kata Ahsan.