Pendakwah Ustaz Maulana menyampaikan pernyataan yang menarik perhatian publik mengenai adanya dua pernikahan besar yang akan terjadi di surga pada Sabtu, 25 April 2026. Informasi tersebut ia paparkan saat menjadi tamu dalam program bincang-bincang di kanal YouTube C8 Podcast.
Dalam tayangan yang dilansir dari Suara tersebut, Ustaz Maulana mengundang para pendengar untuk mengetahui kabar mengenai persandingan di akhirat nanti. Pernyataan ini pertama kali muncul melalui potongan video yang tersebar di media sosial.
"Nanti ada pernikahan di surga. Ada dua pernikahan, hadir ya!" ujar Ustaz Maulana, Pendakwah.
Merespons ajakan tersebut, Ivan Gunawan selaku pembawa acara segera menanyakan identitas sosok yang dimaksud akan menikah di surga. Ustaz Maulana kemudian menjelaskan bahwa salah satu pasangan tersebut melibatkan Nabi Isa AS.
"Pernikahan Nabi Isa bersama Ratu Asiah (istri Firaun yang beriman)," jelas Ustaz Maulana, Pendakwah.
Selain pasangan tersebut, pendakwah asal Makassar ini membeberkan informasi mengenai pernikahan kedua. Ia menyebutkan sosok ibu dari Nabi Isa yang akan menjadi mempelai dalam pernikahan lainnya.
"Pernikahan yang kedua adalah pernikahannya Nabi Besar Muhammad SAW. Mau tahu sama siapa? Siti Maryam (Ibunda Nabi Isa)," ungkap Ustaz Maulana, Pendakwah.
Mendengar pemaparan tersebut, Ivan Gunawan sempat meragukan keabsahan informasi dan menanyakan landasan dari pernyataan sang ustaz. Ia mempertanyakan apakah hal tersebut memiliki dasar literatur yang kuat atau sekadar cerita belaka.
"Kalau kayak gini nih Pak Ustaz tahu dari mana? Apa ada yang bercerita?" tanya Ivan Gunawan, Desainer dan Presenter.
Menanggapi keraguan tersebut, Ustaz Maulana menegaskan bahwa informasi yang ia sampaikan bersumber dari referensi kitab tertentu. Menurutnya, literatur tersebut secara khusus membahas mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
"Ada kitabnya. Khusus kitab tentang kisah-kisah di akan datang dan itu berdasarkan hadis-hadis," jawab Ustaz Maulana, Pendakwah.
Pria berusia 49 tahun tersebut menekankan bahwa hal-hal yang ia sampaikan bukan merupakan bentuk ramalan atau prediksi tanpa dasar. Ia meyakini bahwa informasi tersebut merupakan bagian dari catatan sejarah keagamaan yang telah ditetapkan.
"Bukan ramalan, itu kejadian yang sudah ditakdirkan," tutur Ustaz Maulana, Pendakwah.
Meskipun Ustaz Maulana mengklaim riwayat tersebut berasal dari kitab hadis, para ahli hadis memberikan catatan kritis terkait keabsahan riwayat tersebut. Berdasarkan data keagamaan, riwayat yang menyebutkan pernikahan Nabi Muhammad dengan Maryam serta Nabi Isa dengan Asiyah dinilai memiliki status lemah (daif) dan kebenarannya masih diperselisihkan.