Badan sepak bola Eropa, UEFA, resmi menjatuhkan hukuman larangan bertanding sebanyak enam pertandingan kepada pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni. Keputusan ini diambil setelah selesainya investigasi terkait tindakan diskriminatif terhadap pemain Real Madrid, Vinicius Junior, pada laga play-off Liga Champions musim 2025-2026.
Sanksi tegas ini mencakup seluruh kompetisi resmi di bawah naungan UEFA, sebagaimana dilansir dari Bola pada Jumat, 24 April 2026. Penjatuhan hukuman tersebut merupakan buntut dari insiden yang terjadi saat leg pertama babak play-off di Lisbon pada Februari lalu.
Hasil investigasi menunjukkan bahwa Prestianni melontarkan ucapan diskriminatif terkait orientasi seksual setelah gol Madrid tercipta. Meski awalnya diduga melakukan hinaan rasial, penyelidikan lebih lanjut mengonfirmasi jenis pelanggaran diskriminasi yang berbeda sehingga memicu sanksi disiplin berat dari komite terkait.
Rincian hukuman enam laga tersebut dibagi menjadi dua skema penangguhan. Tiga pertandingan pertama berlaku secara langsung untuk pemain berusia 20 tahun tersebut, sementara tiga sisa laga lainnya ditetapkan sebagai masa percobaan selama periode dua tahun ke depan.
UEFA juga memperhitungkan satu laga yang telah dilewati Prestianni saat absen pada leg kedua play-off Februari lalu. Selain itu, otoritas sepak bola Eropa ini tengah berkoordinasi dengan FIFA agar durasi hukuman tersebut diperluas ke level internasional bersama tim nasional Argentina.
Kehilangan Prestianni menjadi kendala besar bagi stabilitas skuad asuhan Jose Mourinho dalam persaingan domestik. Saat ini, Benfica tengah menduduki posisi kedua di klasemen liga dan sedang berusaha mengejar ketertinggalan poin dari FC Porto demi mengamankan gelar juara di akhir musim.