Grup vokal Trio Macan resmi memperkenalkan formasi generasi keempat yang dinamakan Trio Macan Gen Z melalui peluncuran single terbaru berjudul 'Minggir-Minggir' (Kasih Paham Bos) pada Senin (4/5/2026). Grup yang kini beranggotakan Ellen, Ghea, dan Intan tersebut tetap mengusung aliran dangdut koplo yang dinamis sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Karya ciptaan Agi Sugiyanto ini mempertahankan karakteristik visual ikonik grup, termasuk aksi panggung energik dan goyangan kibas rambut. Penyesuaian dilakukan pada aransemen musik yang kini menyisipkan unsur nada khas Indonesia Timur untuk menyesuaikan dengan tren pasar musik saat ini.
Produser sekaligus CEO PT Media Musik ProAktif, Agi Sugiyanto, menjelaskan bahwa lagu ini merupakan representasi evolusi grup dari masa ke masa. Aransemen musiknya sendiri digarap oleh penata musik yang sebelumnya mengerjakan lagu Tabola Bale.
"Single Minggir-Minggir, Kasih Paham Bos ini menceritakan bagaimana perjalanan Trio Macan dari generasi pertama hingga generasi keempat, yakni Gen Z," ujar Agi Sugiyanto, Produser Musik.
Pengembangan aransemen dilakukan secara spesifik untuk menarik minat pendengar muda yang sedang menggandrungi gaya musik tertentu. Agi memastikan bahwa pemilihan musik Indonesia Timur bertujuan untuk menjaga relevansi grup di industri musik nasional.
"Lagu ini diciptakan dengan menghadirkan nuansa musik Indonesia Timur yang saat ini tengah digandrungi masyarakat," jelas Agi Sugiyanto, Produser Musik.
Proses pembentukan formasi baru ini dilakukan melalui seleksi ketat secara daring yang mencakup tes vokal hingga sesi wawancara mendalam. Dari ratusan pendaftar, manajemen hanya memilih lima kandidat untuk menjalani masa karantina selama satu minggu di Jakarta sebelum menetapkan tiga anggota final.
"Pendaftar yang masuk mencapai ratusan orang dari berbagai daerah dan terjaring menyisakan lima kandidat yang berhak mengikuti karantina selama satu minggu di Jakarta. Hingga akhirnya terpilih Ellen, Ghea dan Intan sebagai generasi baru Trio Macan," papar Agi Sugiyanto, Produser Musik.
Agi menekankan pentingnya kegigihan bagi para personel baru agar mampu mempertahankan eksistensi di industri musik dangdut yang kompetitif. Ia menuntut komitmen tinggi dalam hal pembelajaran mandiri dan peningkatan kualitas performa.
"Kalau mau maju, kalian harus mau bersusah-susah, harus mau belajar, harus mau mengembangkan diri untuk lebih baik dan lebih baik lagi dari sebelumnya," pungkas Agi Sugiyanto, Produser Musik.
Intan, salah satu personel terpilih, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil melewati tahapan audisi yang kompetitif. Ia mengaku sempat merasakan ketegangan luar biasa selama proses penyaringan anggota.
"Saya senang banget, sangat tegang, nervous, karena kan banyak orang dan disaring cuma tiga orang," tutur Intan, Personel Trio Macan Gen Z.
Keberhasilan menembus formasi utama dipandang sebagai hasil dari kerja keras yang dilakukan sepanjang masa seleksi. Intan menyatakan komitmennya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi grup.
"Karena jerih payah dan usaha yang dilakukan selama audisi kini membuahkan hasil sehingga saya menjadi salah satu personel Trio Macan Gen Z," tambah Intan, Personel Trio Macan Gen Z.
Senada dengan Intan, Ghea merasa bangga dapat bergabung dalam grup legendaris ini. Motivasi internal dan karakteristik unik menjadi modal utamanya dalam menghadapi persaingan saat audisi.
"Karena ini tekad kuat, kemauan keras serta punya keunikan sendiri," kata Ghea, Personel Trio Macan Gen Z.
Anggota lainnya, Ellen, memandang posisi ini sebagai tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik generasi sebelumnya. Ia mulai meningkatkan intensitas latihan fisik guna menjaga stamina saat tampil di panggung.
"Amanah yang diberikan ini akan kami jalankan semaksimal mungkin dengan terus mengembangkan kemampuan diri. Tidak hanya disiplin dalam latihan dan performance, kita juga harus rajin olahraga agar saat tampil memiliki power kuat dan energik seperti Trio Macan generasi-generasi sebelumnya," ujar Ellen, Personel Trio Macan Gen Z.