Tottenham Hotspur gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang Leeds United dengan skor 1-1 pada pekan ke-36 Liga Inggris 2025-2026 di Stadion Tottenham Hotspur, Selasa (12/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat posisi Spurs terancam di papan bawah klasemen.
Dilansir dari Bola, tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui gol Mathys Tel pada menit ke-50 sebelum akhirnya disamakan oleh penalti Dominic Calvert-Lewin di menit ke-74. Spurs kini mengoleksi 40 poin, hanya terpaut dua angka dari West Ham United di zona degradasi.
Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menilai tekanan besar untuk meraih kemenangan telah memengaruhi performa anak asuhnya di lapangan. Ketegangan tersebut mengakibatkan hilangnya fokus yang berujung pada kegagalan mempertahankan keunggulan atas tim tamu.
"Kami bermain bagus, tidak hebat tapi ada tekanan besar. Kami tidak bermain tenang," jelas De Zerbi kepada Sky Sports.
Manajer asal Italia tersebut menegaskan pentingnya konsistensi di sisa kompetisi demi memastikan posisi aman di kasta tertinggi. Ia juga menaruh harapan agar Leeds tetap tampil kompetitif saat menghadapi rival Spurs dalam perburuan poin di zona merah.
"Kami ingin menang segera. Pada akhirnya, saya pikir kami harus berjuang sampai akhir musim. Leeds memainkan pertandingan yang bagus. Kami berharap mereka bermain seperti ini melawan West Ham karena memang seperti inilah seharusnya," tambah De Zerbi.
De Zerbi juga memberikan pembelaan terhadap Mathys Tel yang menjadi penyebab terjadinya penalti bagi lawan meski sang pemain muda tersebut merupakan pencetak gol pembuka bagi Tottenham. Baginya, kesalahan tersebut adalah bagian dari proses perkembangan pemain.
"Saya menyesal atas penalti yang kami terima karena Mathys Tel mencetak gol yang bagus. Dia masih sangat muda dan itu bukan masalah bagi saya. Saya senang dengan sikap dan mentalitasnya," kata De Zerbi.
Perjuangan menghindari degradasi disebut De Zerbi memiliki tekanan mental yang sangat berbeda dibandingkan persaingan memperebutkan tiket kompetisi Eropa. Tim kini fokus mempersiapkan diri menghadapi dua laga krusial terakhir melawan Chelsea dan Everton.
"Kami tidak bermain bagus, tetapi berjuang menghindari degradasi memang seperti ini, Anda tidak bisa bermain tenang di setiap pertandingan. Kami harus meningkatkan kemampuan dan mengubah kebiasaan, berjuang menghindari degradasi berbeda dengan berjuang untuk Liga Champions," tutup De Zerbi.