Timnas U17 Indonesia Taklukkan China di Piala Asia U17 2026

Timnas U17 Indonesia Taklukkan China di Piala Asia U17 2026
Foto: Ilustrasi Timnas U17 Indonesia Taklukkan China di Piala Asia U17 2026.

Timnas U17 Indonesia sukses mengawali langkah di Grup B Piala Asia U17 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas China pada pertandingan yang digelar di Lapangan A King Abdullah Sport City Training, Arab Saudi, Selasa (5/5/2026) malam WIB.

Kemenangan krusial ini ditentukan oleh gol larut Keanu Senjaya pada menit ke-87 setelah memaksimalkan operan lambung Matthew Baker, sebagaimana dilansir dari Bola. Hasil tersebut sekaligus menjawab keraguan publik terhadap performa skuad asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.

Media asal Vietnam, The Thao 247, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Garuda Asia yang dinilai mampu membalikkan prediksi setelah sebelumnya tersingkir prematur dari Piala AFF U17 2026.

"Tim U17 Indonesia membuat kejutan besar di Kejuaraan AFC U17 2026 dengan mengalahkan tim U17 China dengan skor tipis 1-0," tulis The Thao 247.

Strategi bertahan yang diterapkan tim pelatih Indonesia menjadi kunci utama dalam meredam agresivitas pemain China di sepanjang jalannya laga.

"Kemenangan ini tidak hanya secara signifikan meningkatkan total poin mereka, tetapi juga membawa perwakilan Asia Tenggara ini sangat dekat untuk mengamankan tiket ke Piala Dunia U17," lanjut The Thao 247.

Media tersebut juga menyoroti bagaimana ekspektasi terhadap tim sempat menurun akibat performa buruk di kompetisi regional Asia Tenggara sebelumnya.

"Mengingat ekspektasi mereka yang rendah, hasil ini menjadi semakin patut diperhatikan," sambungnya.

Evaluasi terhadap gaya bermain Garuda Asia juga sempat muncul karena pendekatan yang dianggap kurang inisiatif, namun justru terbukti efektif di level Asia.

"Sebelum memasuki turnamen, tim U17 Indonesia telah mengecewakan dengan tersingkir lebih awal di babak penyisihan grup Kejuaraan U17 Asia Tenggara," jelasnya.

Kurniawan Dwi Yulianto selaku pelatih kepala sempat mendapatkan tekanan akibat taktik defensif yang ia usung sebelum turnamen dimulai.

"Tim asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menghadapi banyak kritik, terutama karena gaya bermain defensif dan kurangnya inisiatif," ungkap The Thao 247.

Kendati demikian, disiplin pertahanan yang diperagakan Fardan Farras Prawita dan kawan-kawan berhasil membuat barisan penyerang China mengalami frustrasi.

"Namun, mereka membawa gaya tersebut ke panggung kontinental dan mengubahnya menjadi senjata yang efektif," tambahnya.

Indonesia secara sadar memberikan penguasaan bola kepada lawan demi menjaga kerapatan lini belakang dan menunggu celah untuk serangan balik cepat.

"Timnas U17 Indonesia bermain proaktif secara defensif, memusatkan banyak pemain di separuh lapangan mereka sendiri," tulis media tersebut.

Pendekatan pragmatis ini merupakan bagian dari skema yang telah dipersiapkan tim pelatih untuk meredam tim-tim besar di Grup B.

"Mereka menerima penguasaan bola, terus-menerus mengatur pertahanan yang ketat untuk meminimalkan ruang yang dapat dieksploitasi lawan," lanjutnya.

Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil positif meskipun secara statistik penguasaan bola didominasi oleh tim lawan.

"Pendekatan ini menghasilkan pertandingan yang berat sebelah, tetapi itu semua adalah bagian dari strategi tim Indonesia," tegasnya.

Saat ini Indonesia hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan tiket lolos ke putaran final Piala Dunia U17 2026. Laga selanjutnya bagi skuad Garuda Asia adalah menghadapi Qatar, yang pada pertandingan lainnya menderita kekalahan 1-3 dari tim nasional Jepang.

Artikel terkait

Rekomendasi