Timnas U17 Indonesia harus mengakui keunggulan Qatar dengan skor 0-2 dalam pertandingan kedua Grup B Piala Asia U17 2026 yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City Training, Jeddah, Arab Saudi.
Hasil minor ini menyebabkan posisi skuad Garuda Muda merosot ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup B di bawah kendali tim asuhan Alvaro Meija, sebagaimana dilansir dari Bola.
Indonesia saat ini memiliki raihan poin yang identik dengan Qatar, namun kalah secara head-to-head akibat dua gol yang dicetak Ayokunle Samuel Tokode pada menit ke-57 dan Dhiaeddine Larbi pada menit ke-66.
Kekalahan ini dipicu oleh kegagalan pemain dalam mengantisipasi serangan balik cepat lawan, terutama saat kehilangan penguasaan bola pada babak kedua.
Pelatih Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, memberikan evaluasi mendalam terkait performa kedisiplinan dan transisi negatif anak asuhnya dalam rilis yang diterima.
"Ya, pertama secara hasil kita tahu kita kalah. Tentu tidak sesuai yang kita harapkan." kata Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Kurniawan memberikan catatan positif terhadap semangat juang yang ditunjukkan para pemain sepanjang jalannya laga.
"Tapi tetap saya mengapresiasi kerja keras dari para pemain. Terutama kedisiplinan mereka di sepanjang laga." ujar Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Kelemahan paling mencolok terjadi ketika aliran bola Indonesia terputus, yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Qatar untuk menembus pertahanan.
"Memang dua gol terjadi karena transisi negatif kita. Jadi ketika kita hilang bola, tim lawan mampu memanfaatkan itu. Dan kita kurang siap dalam hal itu," jelas Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Pada paruh pertama, Indonesia sebenarnya sempat menunjukkan permainan yang solid dan disiplin dalam menjaga organisasi pertahanan.
"Walaupun sepanjang babak pertama kita bermain cukup bagus. Masalah disiplin mereka, terus peluang kita juga ada." lanjut Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Efektivitas penyelesaian akhir menjadi sorotan besar karena Indonesia gagal mengonversi sejumlah peluang emas, termasuk dari titik putih, untuk menjadi keunggulan.
"Di babak pertama ada (lebih kurang) three peluang, termasuk penalti. Tapi memang sayang belum bisa terjadi gol," ungkap Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Staf kepelatihan kini berfokus pada pemulihan kondisi mental skuad Garuda Muda guna menghadapi laga berat selanjutnya melawan timnas Jepang.
"Kedepannya tentu kita di coaching staff dan official semua harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan mental para pemain," tutur Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Kurniawan tetap memelihara optimisme bahwa peluang untuk melaju ke fase gugur masih terbuka lebar jika para pemain mampu bangkit dengan cepat.
"Setelah kita kalah tadi malam itu tugas dari kita di coaching staff dan official untuk mengembalikan mental mereka untuk tidak semakin terpuruk." tegas Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Indonesia dijadwalkan akan bertarung habis-habisan pada laga pemungkas fase grup demi menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
"Karena peluang masih ada, masih terbuka. Dan kita berusaha untuk fight maksimal sampai perjuangan terakhir kita," pungkas Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.