Tim Piala Thomas Indonesia untuk sementara harus tertinggal dengan skor 0-2 saat menghadapi Prancis dalam lanjutan babak penyisihan Grup D. Defisit poin ini terjadi setelah tunggal putra Alwi Farhan dipaksa mengakui keunggulan Alex Lanier.
Pertandingan antara Alwi Farhan melawan Alex Lanier berlangsung pada partai kedua laga Indonesia vs Prancis di Thomas Cup 2026. Duel sengit ini digelar di Forum Horsens pada Rabu, 29 April 2026, dini hari WIB, seperti dilansir dari Detik Sport.
Skuad Merah Putih sebelumnya berada dalam posisi tertinggal 0-1 akibat kekalahan yang dialami Jonatan Christie pada partai pembuka. Beban berat di pundak Alwi Farhan membuat awal gim pertama terasa cukup sulit bagi pebulutangkis muda tersebut.
Alwi Farhan langsung tertinggal cukup jauh dengan perolehan angka 0-4 di awal laga. Meski sempat mencoba mengejar dan menipiskan selisih menjadi 5-6, sejumlah kesalahan sendiri justru menguntungkan Alex Lanier untuk kembali menjauh hingga kedudukan 14-7.
Upaya untuk membalikkan keadaan sempat terlihat ketika Alwi berhasil mendekati perolehan poin lawan pada angka 16-18. Namun, momentum tersebut gagal dimanfaatkan hingga akhirnya ia harus kehilangan gim pertama dengan skor 16-21.
Memasuki gim kedua, kendala yang sama kembali dialami Alwi Farhan dengan langsung tertinggal 2-6 dari wakil Prancis. Namun, pebulutangkis yang kini menginjak usia 20 tahun tersebut perlahan mulai memangkas jarak poin dan memberikan perlawanan berarti.
Alwi Farhan bahkan sempat memimpin jalannya pertandingan pada posisi 13-12 untuk sesaat. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak berhasil dipertahankan hingga akhir gim karena Lanier kembali mendapatkan momentum krusial.
Alex Lanier akhirnya memastikan kemenangan atas Alwi Farhan dengan skor tipis 21-19 di gim kedua. Hasil ini membuat posisi Indonesia semakin terjepit dalam laga penyisihan grup tersebut.
Kini, harapan Tim Thomas Indonesia berada di tangan Anthony Sinisuka Ginting. Ia dijadwalkan akan melakoni laga penentuan yang sangat krusial saat berhadapan dengan tunggal putra Prancis lainnya, Toma Junior Popov.