Tim bulutangkis Indonesia resmi menyelesaikan rangkaian pemusatan latihan menjelang Thomas & Uber Cup 2026 di Horsens Badminton Club, Denmark, pada Selasa (21/4). Sesi latihan terakhir tersebut dipungkiri dengan pelaksanaan simulasi pertandingan untuk memantapkan kesiapan para atlet.
Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, skuad Merah Putih telah menjalani pemusatan latihan atau training camp sejak 18 April lalu. Selama periode tersebut, tim fokus pada berbagai program mulai dari pemulihan kondisi fisik hingga adaptasi teknis di lapangan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas, Eng Hian, memberikan apresiasi atas kelancaran seluruh tahapan latihan yang telah direncanakan sebelumnya. Ia mencatat adanya peningkatan signifikan pada kondisi fisik dan suasana kebersamaan di dalam tim selama berada di Denmark.
"Puji syukur program training camp ini kondisi anak-anak cukup bagus. Suasana juga semakin baik. Apa yang kami harapkan, selain dari program latihan dan adaptasi cuaca, tentunya adalah untuk membangun kebersamaan tim. Dari hari ke hari, kami juga ada program di luar hanya program latihan," ujar Eng Hian, Kabid Pembinaan dan Prestasi Pelatnas.
Selain aspek teknis, tim pendukung juga menyisipkan agenda penguatan ikatan antarpemain guna menjaga stabilitas mental dan motivasi bertanding. Eng Hian menekankan pentingnya kekompakan ini agar tetap terjaga hingga turnamen resmi dimulai.
"Kami ada tim bonding yang dibuat oleh tim pendukung, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Yang tentunya juga kami melihat suasana atlet, kebersamaan atlet dan tentunya motivasi dan tujuan yang semakin membaik. Kami harapkan ini bisa terus terbawa nanti menuju ke pertandingan nanti." kata Eng Hian.
Pasca berakhirnya pemusatan latihan, Fajar Alfian beserta rekan-rekannya dijadwalkan untuk mencoba arena pertandingan resmi di Forum Horsens pada 22 dan 23 April. Kesempatan ini dinilai krusial mengingat terbatasnya durasi yang diberikan oleh pihak penyelenggara.
"Kalau di arena ini tentunya kan juga kita tahu waktu itu tidak banyak yang diberikan dan yang bisa kita dapatkan. Tapi tentunya kami harus maksimalkan untuk adaptasi lapangan, angin, lampu dan sebagainya," tutur Eng Hian.
Fokus utama pada dua hari terakhir sebelum kompetisi dimulai adalah penguasaan medan pertandingan secara mendetail. Eng Hian memastikan bahwa aspek strategi permainan sudah diberikan secara matang baik saat di Jakarta maupun di lokasi latihan saat ini.
"Program spesifiknya tentunya sudah didapat, sudah diberikan pada saat sesi latihan di sini maupun di Jakarta. Jadi hanya murni adaptasi untuk kondisi lapangan saja," ujar Eng Hian.