Tim bulu tangkis putra Indonesia mencatat kemenangan sempurna 5-0 atas Aljazair pada laga pembuka fase grup Thomas Cup 2026 yang berlangsung di Horsens Forum, Denmark, Jumat (24/4/2026). Dilansir dari Kompas, salah satu poin kemenangan krusial dipersembahkan oleh tunggal putra Alwi Farhan yang tampil dominan di partai kedua.
Alwi Farhan yang berasal dari Surakarta sukses menundukkan M. Abderrahmie Belarbi melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor 21-8 dan 21-7. Hasil positif ini membawa skuad Merah Putih mengamankan posisi penting dalam persaingan grup di turnamen beregu paling bergengsi tersebut.
Kesiapan mental menjadi sorotan utama bagi Alwi setelah memastikan kemenangannya di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa atmosfer pertandingan memberikan energi positif bagi performanya di awal turnamen.
"Itu sungguh menyenangkan dan juga membuat saya bersemangat," tutur Alwi.
Pebulu tangkis tunggal putra tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung dan rekan setimnya yang memberikan dukungan langsung di Denmark. Ia menjelaskan bahwa persiapan tim sudah dilakukan secara matang melalui pemusatan latihan yang intensif.
"Terima kasih untuk masyarakat yang sudah menonton langsung. Terima kasih juga untuk rekan setim yang sudah mendukung," kata Alwi.
Persiapan tersebut mencakup berbagai aspek fundamental guna menghadapi tekanan dalam kejuaraan beregu. Tim telah mengasah kekompakan serta kualitas permainan sebelum berangkat ke Denmark.
"Kami sudah beberapa kali melakukan Training Camp bersama," tambah Alwi.
Fokus latihan tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis, melainkan juga pada penguatan ikatan antar pemain di dalam skuad. Hal ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas performa tim selama kompetisi berlangsung.
"(Di sana) kami membangun chemistry, teknik, serta mental. Semua sudah kami persiapkan," tegas Alwi.
Menghadapi sisa pertandingan di fase grup, Alwi menekankan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga tanpa melihat peringkat lawan di atas kertas. Baginya, kesiapan psikologis di lapangan adalah kunci utama untuk menghindari kekalahan mengejutkan.
"Saya sangat berharap kami bisa melanjutkan tren. Ini adalah turnamen beregu, jadi tidak ada hasil yang bisa ditebak. Entah peringkat di bawah atau di atas, mental harus siap," jelas Alwi.
Pemain muda ini mengingatkan rekan-rekannya agar memiliki determinasi yang kuat sejak awal pertandingan dimulai. Ambisi untuk menang harus selalu dikelola agar tidak kalah sebelum bertanding.
"Siapa yang tidak siap, dia akan kalah. Maka, harus dipastikan kita jangan sampai kalah hawanya, jangan sampai kalah kemauannya," ujar Alwi.
Setiap pemain dituntut memiliki motivasi yang setara atau bahkan melebihi semangat juang yang ditunjukkan oleh pihak lawan. Alwi memandang aspek kemauan sebagai pembeda utama dalam setiap laga sengit.
"Jadi, kita harus punya keinginan (untuk menang) yang sama dengan lawan kita, bahkan harus lebih," imbuh Alwi.
Terkait posisinya di tim saat ini, Alwi mengakui adanya peningkatan tanggung jawab dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Ia memanfaatkan setiap kesempatan bertanding untuk meningkatkan kualitas diri.
"Mungkin secara pengalaman, setiap turnamen saya gunakan sebagai belajar," ungkap Alwi.
Perubahan peran dari tunggal keempat menjadi tunggal kedua dirasakannya sebagai sebuah kebanggaan sekaligus tantangan baru. Alwi bertekad untuk menjawab kepercayaan pelatih dengan performa maksimal.
"Karena setiap hari tentu ada pembelajaran baru. Dua tahun lalu, saya masih menjadi tunggal keempat.... Sekarang, tunggal kedua. Tentu merasa bangga sekaligus senang," kata Alwi.
Ia menyadari bahwa posisi baru ini menuntut kontribusi yang lebih besar bagi perolehan poin Indonesia. Fokus utama Alwi tetap pada dedikasi untuk memberikan hasil terbaik bagi negara.
"Tetapi, ini adalah tanggung jawab yang harus saya emban. Jadi, saya pasti ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia," tutur Alwi.
Indonesia saat ini tergabung dalam grup yang kompetitif bersama Prancis dan Thailand. Pada pertandingan lainnya, Thailand berhasil menundukkan Prancis dengan skor 4-1 yang membuat persaingan memperebutkan tiket ke babak selanjutnya semakin dinamis.