Film horor komedi bertajuk Tiba Tiba Setan secara resmi mencatatkan angka penjualan lebih dari 1 juta tiket di bioskop Indonesia sejak pertama kali dirilis pada 16 April 2026. Capaian ini menjadi torehan bersejarah bagi rumah produksi Ess Jay Studio dalam debut mereka di layar lebar sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (4/5/2026).
Keberhasilan menembus angka psikologis satu juta penonton ini didorong oleh respons positif masyarakat terhadap ramuan cerita yang memadukan unsur horor, komedi, dan drama keluarga. Penonton menilai film tersebut menawarkan kesegaran konsep serta ikatan emosional yang kuat di antara para pemerannya.
Sridhar Jetty selaku Produser Ess Jay Studio menyatakan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari dedikasi kolektif seluruh tim produksi. Ia memandang pencapaian komersial ini sebagai langkah awal yang krusial bagi eksistensi perusahaan di kancah perfilman nasional.
"Sebagai film pertama kami, pencapaian ini tentu sangat membanggakan. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh tim, mulai dari pemain hingga kru di balik layar, terbayar dengan dukungan luar biasa dari penonton," kata Sridhar Jetty dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Pihak manajemen menekankan bahwa antusiasme penonton terhadap Tiba Tiba Setan akan menjadi landasan strategis untuk pengembangan proyek-proyek film selanjutnya. Hal ini sekaligus mengonfirmasi daya tarik genre horor komedi yang tetap menjadi primadona di pasar domestik.
"Kami percaya industri film Indonesia terus berkembang, dan kami ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan menghadirkan cerita-cerita yang fresh, berani, dan menghibur," sambung Sridhar.
Sinema ini menampilkan jajaran aktor ternama seperti Ratu Felisha, Poppy Sovia, Tanta Ginting, Oki Rengga, Lolox, dan Naura Hakim. Plot cerita berfokus pada sekelompok saudara yang terjebak teror supranatural di sebuah hotel tua setelah sebuah rencana tipu daya yang mereka susun berakhir fatal.
Ess Jay Studios sendiri mulai beroperasi pada 1 Agustus 2022 di bawah kepemimpinan David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani sebagai unit usaha SinemArt. Sebelum merambah ke layar lebar melalui brand Ess Jay Pictures pada 2025, perusahaan ini dikenal lewat produksi sinetron populer seperti Tajwid Cinta dan Bidadari Surgamu.
Setelah kesuksesan Tiba Tiba Setan, rumah produksi tersebut dilaporkan tengah menyiapkan judul lain berjudul Harusnya Horror untuk memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan kreatif di Indonesia.