Teater Jaran Abang Kritik Seniman yang Abaikan Pengelolaan Sampah Pertunjukan

Teater Jaran Abang Kritik Seniman yang Abaikan Pengelolaan Sampah Pertunjukan
Foto: Ilustrasi Teater Jaran Abang Kritik Seniman yang Abaikan Pengelolaan Sampah Pertunjukan.

Komunitas seni Teater Jaran Abang asal Yogyakarta melontarkan kritik keras terhadap fenomena kelompok seni yang mengangkat isu lingkungan di atas panggung namun mengabaikan pengelolaan sampah hasil produksi pertunjukan mereka sendiri, sebagaimana dilansir dari Suara.

Kritik tersebut didasari oleh keprihatinan terhadap kontradiksi antara pesan lingkungan yang disampaikan seniman dengan praktik nyata di belakang layar, seperti penggunaan tumpukan sampah untuk efek visual yang langsung dibuang tanpa dipilah.

Founder sekaligus ketua komunitas Teater Jaran Abang, Inggit Muhammad, menyoroti minimnya kesadaran para pelaku seni dalam menangani limbah setelah panggung dibongkar.

"Banyak seniman yang membuat karya itu dengan sampah, tapi mereka nol dalam pengelolaan sampah," ujar Inggit Muhammad.

Pihaknya kemudian mencontohkan pementasan teatrikal yang memakai sampah sebagai efek dramatik, namun material tersebut hanya dimasukkan ke karung dan dibuang ke tempat pembuangan akhir begitu acara selesai.

"Seniman itu kan berbicara nggak hanya sekali, tapi harusnya berlanjut sampai masa depan," kata Inggit Muhammad.

Guna menerapkan tanggung jawab ekologis tersebut, Teater Jaran Abang melakukan pemilahan sampah secara ketat di studio mereka serta menyalurkan properti sisa pementasan kepada pihak ketiga di bidang daur ulang.

"Cobalah berpikir hal lain dari sampah itu. Contohnya sampahnya nanti akan kami pilah, akan kami berikan ke pihak A, B, C. Itu yang menurut kami lebih sustain. Di era yang seperti ini, itu yang dibutuhkan," ujarnya.

Dalam memproduksi pementasan bertema lingkungan, kelompok ini berkolaborasi dengan Earth Hour dan Jogja Green Job untuk melakukan riset mendalam serta memanfaatkan kain perca sisa pasar sebagai bahan kostum para pemeran.

"Orang itu selalu bikin hal-hal besar, tapi kadang hal-hal kecil justru terlewat. Nah, itu yang kami sampaikan ke pentas-pentas," tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi