Taylor Swift Ajukan Hak Merek Dagang Suara dan Citra Visual

Taylor Swift Ajukan Hak Merek Dagang Suara dan Citra Visual
Foto: Ilustrasi Taylor Swift Ajukan Hak Merek Dagang Suara dan Citra Visual.

Penyanyi Taylor Swift melalui perusahaannya, TAS Rights Management, resmi mengajukan tiga permohonan merek dagang untuk melindungi suara dan citra visualnya pada Jumat, 24 April 2026. Langkah hukum ini diambil sebagai upaya preventif menghadapi ancaman replikasi identitas tanpa izin oleh teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari Wolipop, pengajuan tersebut mencakup dua merek suara untuk frasa khas "Hey, it's Taylor Swift" dan "Hey, it's Taylor". Selain itu, Swift mendaftarkan satu merek visual yang merepresentasikan penampilannya saat konser The Eras Tour, lengkap dengan atribut khusus seperti gitar merah muda dan kostum bodysuit berkilau.

Pakar hukum kekayaan intelektual, Josh Gerben, menjadi pihak pertama yang mendeteksi langkah hukum bintang pop berusia 36 tahun tersebut. Gerben menilai bahwa pendaftaran ini memberikan dasar hukum yang kuat bagi tim pengacara Swift di masa depan.

"Secara teori, jika suatu saat ada gugatan terkait penggunaan AI yang meniru suara Swift,diaia bisa mengklaim bahwa penggunaan suara yang menyerupai merek dagang tersebut melanggar haknya," jelas Josh Gerben, pengacara hak kekayaan intelektual.

Gerben juga memberikan penegasan mengenai pentingnya perlindungan terhadap elemen visual yang melekat pada identitas sang artis di panggung. Hal ini dimaksudkan untuk menangani peredaran gambar manipulasi digital yang semakin marak.

"Dengan melindungi elemen visual khas-mulai dari kostum hingga pose-tim Swift memiliki dasar hukum tambahan untuk menindak gambar hasil manipulasi atau AI yang menyerupai dirinya," lanjut Josh Gerben.

Keputusan pendaftaran merek ini berdekatan dengan persoalan hukum lain yang menimpa album Taylor Swift berjudul The Life Of A Showgirl yang rilis Oktober 2025. Penulis Maren Wade melayangkan gugatan karena menganggap judul album tersebut melanggar hak merek miliknya yang berjudul Confessions of a Showgirl.

Laporan dari Variety menyebutkan bahwa Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat sebelumnya sempat menolak pengajuan merek untuk album tersebut. Penolakan dilakukan atas dasar adanya kemiripan dengan identitas dagang yang sudah terdaftar lebih dahulu.

Artikel terkait

Rekomendasi