IBADAH haji merupakan rukun Islam kelima yang menuntut kesiapan komprehensif, mulai dari aspek finansial hingga kesiapan mental dan fisik yang prima. Namun, realitas masa tunggu yang mencapai 10 hingga 15 tahun secara signifikan berimplikasi pada profil jemaah yang didominasi oleh usia lanjut dengan kondisi fisik yang tidak lagi bugar.
Pada penyelenggaraan Haji 2026, data menunjukkan tantangan besar bagi pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Haji (Kemenhaj), jumlah jemaah haji Indonesia yang masuk kategori Risiko Tinggi (Risti) secara kesehatan mencapai sekitar 170.000 orang. Dari total tersebut, diperkirakan terdapat 44.000 jemaah lanjut usia (lansia), dengan 33.000 di antaranya berusia di atas 65 tahun. Angka ini menegaskan bahwa pelayanan ekstra bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin seluruh rukun dan wajib haji dapat tertunaikan dengan aman.
"Penyelenggaraan haji bukan sekadar manajemen keberangkatan, melainkan upaya memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang manusiawi dan bermartabat. Fokus khusus pada lansia, penyandang difabel, dan perempuan menjadi krusial karena kerentanan mereka terhadap hambatan fisik dan aksesibilitas. Haji yang inklusif adalah bentuk nyata dari pelayanan publik yang adil," papar Umaimah Wahid, Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur dan Ketua Muslimat Al Washliyah, dalam keterangannya, Sabtu (16/5).
Umaimah menambahkan bahwa semangat ini selaras dengan prinsip Islam yang memudahkan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 286, ÔÇ£Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.ÔÇØ Rasulullah SAW pun menegaskan bahwa agama itu mudah (HR. Bukhari). Dalam konteks modern, prinsip ini diwujudkan melalui kebijakan dan fasilitas yang empatik.
- Kuota Prioritas Lansia: Alokasi khusus sebesar lima persen dari kuota nasional sebagai bentuk afirmasi bagi mereka yang telah lama mengantre.
- Fasilitas Ramah Difabel: Penyediaan kursi roda, jalur prioritas, serta pelatihan khusus bagi petugas pendamping.
- Layanan Responsif Gender: Penambahan petugas perempuan untuk mengakomodasi kebutuhan spesifik jemaah perempuan, terutama lansia.
Urgensi Pelayanan Khusus bagi Kelompok Rentan
Mengapa pelayanan khusus ini menjadi prioritas? "Pertama, tren peningkatan jemaah berkebutuhan khusus menuntut standar layanan yang melampaui prosedur umum. Kedua, Kemenhaj berkomitmen memuliakan jemaah sebagai tamu Allah melalui prioritas layanan. Ketiga, meski memberikan kemudahan, pemerintah tetap mengedepankan prinsip istithaÔÇÖah (kemampuan) kesehatan agar ibadah tetap aman," tuturnya yang juga menjadi Musrif Diny Haji 2026
Lansia seringkali menghadapi keterbatasan mobilitas, sementara penyandang difabel membutuhkan aksesibilitas alat bantu yang memadai. Di sisi lain, jemaah perempuan memerlukan pengaturan yang lebih sensitif terkait pendampingan dan keamanan. Oleh karena itu, Kemenhaj mengintegrasikan data kesehatan sejak dini, melakukan pelatihan petugas spesialis, hingga berkoordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi.
Komitmen Perlindungan tanpa Kecuali
Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kemenhaj, Afief Mundzir, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan menyeluruh. Salah satu program unggulan yang diprioritaskan bagi jemaah dengan keterbatasan (lansia, risti, difabel, dan obesitas) adalah skema Murur dan Tanazul.
Skema ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal dan kemudahan pergerakan bagi jemaah yang memiliki hambatan fisik, sehingga mereka tetap dapat menjalankan inti ibadah tanpa harus memaksakan kondisi fisik yang berisiko.
Haji yang ramah lansia, difabel, dan perempuan merupakan wujud nyata penghormatan terhadap martabat manusia. Kebijakan inklusif ini membuktikan bahwa negara hadir untuk melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan landasan nilai-nilai Islam, pelayanan ini diharapkan mampu menghantarkan jemaah meraih predikat haji mabrur dalam suasana yang nyaman, terlindungi, dan menggembirakan. (I-2)
- Kloter 21 Jemaah Haji Kendal Berangkat, Program Ramah Lansia Diperkuat 27/4/2026 09:49 Sebanyak 1.214 jemaah haji asal Kendal diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan. Pemkab Kendal pastikan fasilitas transportasi dan pendampingan lansia optimal.