Partai puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa, Liga Champions, segera mempertemukan raksasa Prancis Paris Saint-Germain melawan wakil Inggris Arsenal. Pertandingan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena pada Sabtu malam, 30 Mei 2026.
Kedua tim telah merilis daftar pemain utama yang akan bertempur memperebutkan trofi si Kuping Besar. Berikut adalah rincian susunan pemain dan strategi yang diterapkan oleh masing-masing pelatih dalam laga final kali ini.
Strategi Menyerang PSG dengan Kekuatan Penuh
Paris Saint-Germain tampil dengan formasi ofensif untuk memberikan tekanan sejak awal laga. Pelatih PSG memilih menurunkan trio penyerang maut yang diisi oleh Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, dan talenta muda Desire Doue.
Ketajaman lini depan ini akan didukung oleh kreativitas di sektor tengah yang dihuni oleh Joao Neves, Vitinha, dan Fabian Ruiz. Ketiganya memiliki tugas utama untuk menguasai aliran bola sekaligus memutus serangan lawan sebelum mencapai area pertahanan.
Pada barisan belakang, Marquinhos kembali dipercaya sebagai kapten sekaligus jenderal lapangan untuk menjaga kedalaman. Kehadirannya sangat krusial guna mengoordinasi lini pertahanan dalam meredam agresivitas para pemain depan Arsenal.
Arsenal Simpan Viktor Gyokeres di Bangku Cadangan
Keputusan mengejutkan datang dari manajer Arsenal, Mikel Arteta, yang memilih untuk memarkir Viktor Gyokeres. Penyerang yang selama ini menjadi mesin gol utama The Gunners tersebut justru memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Sebagai gantinya, Kai Havertz dipercaya memimpin lini depan sebagai ujung tombak tunggal. Ia akan dibantu oleh pergerakan lincah Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Leandro Trossard yang siap menebar ancaman dari berbagai sisi lapangan.
Untuk menjaga keseimbangan tim, Arteta memasang duet Declan Rice dan Myles Lewis-Skelly sebagai gelandang jangkar. Mereka mengemban misi khusus untuk merusak ritme permainan PSG dan menghentikan kreativitas lini tengah Les Parisiens.
Sektor pertahanan Arsenal tetap mengandalkan kolaborasi kokoh antara William Saliba dan Gabriel Magalhaes di depan gawang David Raya. Duet bek tengah ini akan menghadapi ujian berat dalam mengantisipasi kecepatan para penyerang PSG yang sangat eksplosif.
Ambisi Trofi Perdana vs Upaya Mempertahankan Gelar
Pertandingan ini memiliki makna sejarah yang sangat besar bagi kedua kesebelasan. Arsenal sedang berjuang keras demi meraih trofi Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah berdirinya klub asal London Utara tersebut.
Di sisi lain, PSG datang dengan status juara bertahan yang berambisi besar mengukir prestasi gemilang. Tim asal Paris ini berupaya memenangkan gelar Liga Champions untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Berikut adalah rincian lengkap susunan pemain kedua tim untuk laga final :| Posisi | Paris Saint-Germain (4-3-3) | Arsenal (4-2-3-1) |
|---|---|---|
| Kiper | Matvei Safonov | David Raya |
| Bek | Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes | Mosquera, Saliba, Gabriel, Hincapie |
| Gelandang | Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz | Declan Rice, Myles Lewis-Skelly |
| Penyerang | Doue, Dembele, Kvaratskhelia | Saka, Odegaard, Trossard, Havertz |
Daftar di atas menunjukkan bahwa kedua pelatih menggunakan pendekatan taktis yang berbeda untuk menguasai permainan. PSG lebih condong pada pola penyerangan sayap, sementara Arsenal memperkuat poros ganda di lini tengah.