Siswa SMA Labschool Kebayoran menyelenggarakan SkySpirit Vol. 4 sebagai pertunjukan teatrikal megah yang memadukan aransemen orkestra dan narasi dramatis di Balai Kartini, Jakarta. Gelaran tahunan ini menampilkan berbagai talenta musik siswa dengan konsep bercerita melalui lagu-lagu populer, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Acara dibuka dengan kemeriahan lagu Dancing Queen dari ABBA dalam format orkestra penuh energi yang membangun atmosfer pesta sejak awal. Kepala BPS Labschool UNJ, Prof. DR. Totok Bintoro, M. Pd., menyampaikan apresiasi atas totalitas para siswa dalam wadah pembentukan karakter melalui seni ini.
"Hari ini satu momen yang membanggakan bagi Labschool. Anak-anak berekspresi dari mulai berimajinasi, bagaimana mengapresiasi, akhirnya berkarya yang akan diapresiasi orang lain," kata Prof. DR. Totok Bintoro, M. Pd.
Penampilan berlanjut dengan suasana romantis lewat lagu Can You Feel the Love Tonight yang diiringi oleh narator dramatis di atas panggung. Narasi tersebut mengisahkan ambisi besar seseorang untuk menjadi konduktor handal, yang menjadi benang merah emosional di sepanjang pertunjukan.
"SkySpirit ini kan memang pagelaran seni musik akustik yang memang menghadirkan talenta-talenta dari SMA Labschool Kebayoran tuh hadir di ruang publik," beber Dr. Suparno, S.Pd., M.M., selaku Kepala Sekolah SMA Labschool Cirendeu.
Pertunjukan musik kemudian berkembang melalui transisi lagu Mangu yang dibawakan secara akustik hingga aransemen megah lagu Fix You milik Coldplay dan Cobalah Mengerti dari Noah. Penataan alur cerita ini dirancang untuk mencerminkan dinamika emosi sang narator dalam perjuangannya memahami teknik memimpin musik.
"Jadi beralur gitu, ada yang bernarasi tentang kesedihan, dilanjutkan dengan lagu-lagu yang sesuai dengan karakter si naratornya, dan di ending-nya itu ceritanya happy ending," jelas Maya Safira, S.Pd., selaku Ketua Pelaksana SkySpirit Vol. 4.
Sesi kontemplatif dihadirkan melalui musikalisasi puisi bertajuk Jakarta Bagai Kilau Permata dan Danau Hijau Menghampar di Rimbun Pepohonan. Suasana emosional semakin terasa saat lagu Ingin Diam di Hatimu dan Serenada Biru dibawakan dengan penghayatan mendalam di dalam aula.
"Konsep kita tahun ini tuh kita bercerita melalui lagu, dari kita masa kecil sampai kita nanti tumbuh dewasa. Jadi ada proses-prosesnya gitu, misal dari jatuh cinta, lalu tumbuh menjadi besar, terus nanti bertemu tantangan-tantangan dalam hidup," pungkas Kyra Torrita, Project Manager SkySpirit Vol. 4.
Sebagai penutup, seluruh pemain orkestra membawakan Everybody's Changing dari Keane yang melambangkan proses pendewasaan. Lagu ini menjadi penanda keberhasilan sang narator dalam menemukan jati dirinya di akhir pertunjukan.