Tim Bulu Tangkis Indonesia Boyong Skuad Kombinasi ke Piala Thomas 2026

Tim Bulu Tangkis Indonesia Boyong Skuad Kombinasi ke Piala Thomas 2026
Foto: Ilustrasi Tim Bulu Tangkis Indonesia Boyong Skuad Kombinasi ke Piala Thomas 2026.

Tim beregu putra Indonesia berangkat menuju Horsens, Denmark, untuk berlaga di Piala Thomas 2026 dengan membawa komposisi pemain senior dan junior. Kejuaraan beregu paling bergengsi di dunia ini menjadi ajang pembuktian kedalaman skuad Merah Putih yang kini diperkuat pemain lintas generasi.

Kekuatan tim Indonesia mendapat sorotan khusus dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui ulasan resminya pada Senin (20/4/2026). Dilansir dari Kompas, komposisi tim yang merata di sektor tunggal maupun ganda menjadi modal utama dalam mengejar prestasi tertinggi tahun ini.

"Kedalaman skuad Indonesia bisa membuat negara lain (peserta Piala Thomas) iri," ulas BWF.

Di sektor tunggal putra, Indonesia memadukan pengalaman Jonatan Christie dan Anthony Ginting dengan energi pemain muda seperti Alwi Farhan serta Mohammad Zaki Ubaidillah. Sektor ganda juga diperkuat pasangan peringkat 10 besar dunia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

"Mereka bahu-membahu bersama pasangan muda yang sedang naik daun, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin," tulis BWF.

Berdasarkan hasil undian, Indonesia menempati Grup D bersama Thailand, Aljazair, dan Perancis. Pertandingan terakhir fase grup melawan Perancis pada Selasa (28/4/2026) diprediksi akan menjadi duel yang sengit, terutama pada nomor tunggal putra.

Christo Popov dijadwalkan menghadapi Jonatan Christie pada partai pembuka tunggal pertama. Selanjutnya, Alex Lanier akan bertemu rival seangkatannya, Alwi Farhan, sementara Toma Junior Popov berpotensi menghadapi Anthony Ginting atau Zaki Ubaidillah.

Posisi Anthony Ginting dalam turnamen kali ini mengalami pergeseran signifikan akibat penurunan performa dan kendala cedera selama setahun terakhir. Pemain yang biasanya mengisi posisi tunggal pertama ini kemungkinan besar akan diplot sebagai tunggal ketiga atau penentu.

"Indonesia memiliki keuntungan besar dalam memilih Ginting untuk situasi hidup-mati di pertandingan kelima," sebut BWF.

Pengalaman luas Ginting diharapkan menjadi kartu as bagi tim saat menghadapi situasi krusial di babak gugur. Keputusan akhir mengenai penempatan urutan pemain tetap berada di tangan tim pelatih sesuai dengan kebutuhan strategi di lapangan.

Artikel terkait

Rekomendasi