Dunia sepak bola Italia saat ini sedang diguncang oleh skandal perwasitan besar yang menyeret nama Gianluca Rocchi. Sosok mantan wasit ternama tersebut diduga terlibat dalam praktik kecurangan sistematis di kompetisi kasta tertinggi, Serie A.
Dilansir dari Bola, Rocchi yang sebelumnya menjabat sebagai penunjuk wasit untuk Serie A dan Serie B dituduh melakukan intervensi ilegal. Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada manipulasi keputusan wasit VAR untuk menguntungkan pihak tertentu pada musim 2024-2025.
Kejaksaan Umum Milan yang memimpin penyelidikan menemukan adanya indikasi komunikasi gelap. Penyelidik mencurigai Gianluca Rocchi menggunakan instruksi tersembunyi untuk memengaruhi hasil pertandingan secara ilegal melalui ruang kontrol video.
Kasus ini semakin memanas seiring munculnya temuan bukti baru mengenai penggunaan kode-kode rahasia. Kode tersebut melibatkan ofisial yang bertugas di lapangan hijau dan petugas di ruang kontrol video (VAR) sebagaimana dilaporkan oleh media Repubblica.
Berdasarkan temuan penyelidik, terdapat instruksi non-verbal berupa gerakan tangan tertentu. Kode tangan yang diangkat ke atas diklaim sebagai tanda larangan bagi petugas video untuk melakukan intervensi terhadap keputusan wasit utama di lapangan.
Sebaliknya, instruksi tangan yang dikepal memiliki makna perintah agar wasit utama segera meninjau monitor di pinggir lapangan. Salah satu bukti digital yang kini dikantongi pihak berwenang adalah rekaman video pertandingan antara Udinese melawan Parma pada 1 Maret 2025.
Dalam laga tersebut, wasit Daniele Paterna mengubah keputusannya terkait hukuman penalti. Perubahan ini diduga terjadi setelah adanya kontak ilegal dengan pihak luar di area steril yang seharusnya terisolasi dari gangguan mana pun.
Penyelidik juga mengidentifikasi adanya upaya pihak luar untuk menarik perhatian ofisial dengan mengetuk pintu kaca ruang kontrol. Selain Daniele Paterna, nama Luigi Nasca dan Rodolfo Di Vuolo kini masuk dalam radar penyelidikan atas dugaan pemberian informasi palsu.
Kejaksaan Milan telah menyusun jadwal pemeriksaan intensif terhadap Andrea Gervasoni selaku pengawas teknis pada Kamis, 30 April 2026. Sementara itu, pihak kuasa hukum Gianluca Rocchi membantah keras segala tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya tersebut.
Pengacara menegaskan bahwa tuduhan kecurangan tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang valid. Pihaknya merasa kliennya telah menjadi korban dari sebuah ketidakadilan dalam sistem hukum dan publik.
"Dia sangat terpukul karena menyakini dirinya adalah korban ketidakadilan," ungkap Antonio D'Avirro.
"Dia menganggap semua tuduhan itu tidak ada buktinya. Dia selalu bersikap loyal dan transparan sehingga sangat terpukul karena dituduh melakukan sesuatu yang amat serius."
Guna merespons carut-marut skandal ini, Asosiasi Wasit Italia (AIA) segera mengambil langkah strategis untuk merombak struktur internal. Perubahan ini bertujuan untuk menjaga integritas kompetisi yang masih berjalan di sisa musim 2025-2026.
AIA secara resmi telah menunjuk Dino Tommasi sebagai petugas penunjuk wasit yang baru menggantikan peran sebelumnya. Tommasi merupakan mantan wasit level tertinggi yang diharapkan bisa memulihkan kepercayaan publik terhadap korps baju hitam di Italia.