Langkah Timnas U17 Thailand dalam ajang ASEAN U17 Boys Championship 2026 harus terhenti lebih awal setelah gagal bersaing di fase grup. Dilansir dari Bola, turnamen yang berlangsung di Indonesia ini menggunakan Stadion Gelora Joko Samudro dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo sebagai lokasi pertandingan.
Tim muda Gajah Perang tergabung dalam Grup B yang dihuni oleh Laos, Myanmar, dan Filipina. Namun, performa Thailand di luar ekspektasi karena hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen akhir grup tersebut.
Laos secara mengejutkan keluar sebagai juara grup dengan perolehan tujuh poin, diikuti Myanmar di posisi kedua dengan empat poin. Thailand sendiri hanya mengumpulkan tiga poin dari satu kemenangan dan dua kali menderita kekalahan.
Satu-satunya kemenangan diraih saat menghadapi Filipina dengan skor telak 5-1. Sayangnya, mereka menyerah 0-1 dari Myanmar dan kembali tumbang 2-3 ketika berhadapan dengan Laos pada laga penentuan.
Kegagalan melaju ke babak gugur ini memicu keputusan besar di jajaran kepelatihan. Sirisak Yodyadthai secara resmi memilih untuk meletakkan jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas U17 Thailand segera setelah kekalahan dari Laos.
Sirisak menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik sepak bola negaranya atas hasil yang tidak memuaskan tersebut. Ia mengakui bahwa performa para pemain di atas lapangan tidak sesuai dengan harapan yang dibebankan kepada tim.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada seluruh penggemar sepak bola Thailand atas kinerja tim nasional Thailand U-16 dalam set ini di Kejuaraan ASEAN."
"Harus ku akui kalau performanya tak sesuai harapan."
Meskipun mundur, Sirisak tetap memberikan apresiasi kepada Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) dan seluruh elemen yang telah menyokong persiapan tim selama kejuaraan berlangsung.
"Dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendorong atlet muda sepanjang turnamen sebelumnya."
"Terima kasih kepada Asosiasi Olahraga Sepak Bola Thailand karena telah memberi saya kesempatan untuk melayani tugas ini," ujar Sirisak Yodyadthai.
Sebelum meninggalkan posisinya, Sirisak memberikan pesan khusus agar suporter tetap memberikan semangat kepada para pemain muda. Ia meyakini bahwa skuad yang ada saat ini masih memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan.
"Akhirnya, saya ingin meninggalkan semua penggemar sepak bola untuk terus mendukung atlet muda ini."
"Saya percaya setiap orang masih punya masa depan dan bisa terus berkembang."
Hasil buruk di fase grup ASEAN Championship U17 2026 menjadi evaluasi mendalam bagi persepakbolaan Thailand. Kekalahan ini sekaligus menyudahi masa bakti Sirisak Yodyadthai dalam menangani talenta muda Gajah Perang.