Direktur Olahraga Bayern Munich Max Eberl melontarkan kritik pedas terhadap aksi selebrasi para pemain PSG pada leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Rabu (29/4) dinihari WIB. Laga tersebut berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan tuan rumah, sebagaimana dilansir dari Suara.
Kekalahan tipis satu gol di markas lawan tidak melunturkan optimisme manajemen Die Roten. Eberl memberikan apresiasi terhadap level permainan yang ditunjukkan oleh skuad asuhan Thomas Tuchel meski harus pulang dengan tangan hampa dari Prancis.
"Itu pertandingan yang luar biasa. Jarang saya melihat laga dengan level seperti ini. Pujian untuk tim kami," ujar Eberl kepada Sky Germany.
Pernyataan positif tersebut segera diikuti oleh sorotan tajam terhadap perilaku penggawa Les Parisiens. Eberl menilai perayaan gol kelima yang dicetak oleh Ousmane Dembele sangat tidak proporsional mengingat pertandingan belum usai.
"Setelah skor 5-2, para pemain PSG merayakannya seolah mereka sudah berada di final Budapest," kata Eberl.
Keyakinan Bayern didorong oleh keberhasilan mereka mencetak dua gol tambahan setelah tertinggal tiga angka. Eberl menegaskan bahwa status Allianz Arena sebagai markas kebanggaan mereka akan menjadi faktor penentu pada pertemuan kedua nanti.
"Kami bangkit lagi, dan sekarang semuanya masih terbuka pada leg kedua. Allianz Arena adalah benteng," tegas Eberl.
Di sisi lain, performa lini belakang kedua tim mendapatkan evaluasi keras dari pengamat sepak bola. Mantan penyerang tim nasional Inggris Wayne Rooney menyoroti kerapuhan pertahanan yang membuat banyak gol tercipta dalam satu pertandingan semifinal.
"Jika Anda pemain atau pelatih, tidak mungkin puas setelah kebobolan empat atau lima gol. Harus ada pertanyaan besar soal itu," kata Rooney dalam analisisnya di Prime Video.
Bayern Munich kini bersiap menjamu PSG di Jerman untuk memperebutkan tiket menuju babak final. Keunggulan tipis PSG memaksa mereka harus tetap waspada menghadapi tekanan di Allianz Arena.