Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone meyakini penyerang Julian Alvarez akan segera pulih untuk menghadapi leg kedua semifinal Liga Champions kontra Arsenal di London. Optimisme ini muncul usai timnya ditahan imbang 1-1 pada pertemuan pertama di Stadion Metropolitano.
Dilansir dari Suara, Atletico Madrid sempat dilanda kecemasan setelah Julian Alvarez terpaksa meninggalkan lapangan pada menit ke-77 akibat benturan dengan Eberechi Eze. Sebelum ditarik keluar, pemain asal Argentina tersebut mencetak gol penyeimbang melalui tendangan penalti yang menyamakan kedudukan.
Gol tersebut menjadi torehan ke-10 Alvarez di Liga Champions musim ini, sekaligus mencatatkan rekor baru bagi pemain Atletico dalam satu musim kompetisi Eropa. Tim medis akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan kondisi fisik sang striker sebelum terbang ke Inggris.
"Dia akan menjalani tes untuk melihat apa yang dialaminya. Kami berharap itu tidak parah," kata Simeone kepada Movistar.
Pernyataan tersebut menunjukkan harapan besar sang pelatih agar lini serangnya tetap tajam di laga penentu nanti. Simeone menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu larut dalam kekhawatiran terkait kondisi pemain bintangnya tersebut.
"Saya selalu optimistis," tambah Simeone.
Selain Alvarez, daftar pemain yang mengalami gangguan fisik bertambah setelah Giuliano Simeone ditarik keluar pada waktu jeda. Sementara itu, Alexander Sorloth juga gagal masuk ke lapangan pertandingan lantaran menderita ketegangan otot saat melakukan sesi pemanasan.
Meski dihantam masalah kebugaran pada tiga pemain pentingnya, Diego Simeone percaya bahwa determinasi para pemainnya akan membuat mereka siap bertanding di London. Ia menjamin kehadiran mereka dalam skuad untuk laga hari Selasa mendatang.
"Mengetahui para pemain ini, mereka semua akan berada di sana pada hari Selasa," ujarnya.
Simeone turut melakukan evaluasi taktik setelah mengakui keunggulan dominasi Arsenal pada babak pertama. Perubahan strategi yang dilakukan Los Rojiblancos setelah istirahat terbukti mampu menyeimbangkan permainan dan menekan lawan yang dinilai mulai mengalami kelelahan akibat jadwal yang padat.