Drama Korea horor misteri berjudul If Wishes Could Kill resmi mengudara di Netflix mulai 26 April 2026. Seperti dikutip dari Lifestyle, serial ini langsung menyajikan ketegangan intens sejak episode pertama melalui premis aplikasi maut.
Cerita ini mengeksplorasi sisi gelap keinginan manusia yang berujung pada konsekuensi fatal. Fokus utama narasi berada di SMA Seorin, yang melibatkan lima remaja dengan latar belakang kehidupan serta konflik batin yang berbeda-beda.
Yoo Se-ah merupakan salah satu karakter sentral yang digambarkan sebagai atlet lari berbakat namun menyimpan luka sebagai yatim piatu. Ia menjalani keseharian bersama empat sahabatnya, yakni Kim Geon-woo, Lim Na-ri, Kang Ha-joon, dan Choi Hyeong-wook.
Kehidupan para remaja tersebut berubah drastis setelah mereka mengenal sebuah aplikasi misterius bernama Girigo. Platform digital ini menawarkan kemampuan untuk mengabulkan permintaan apapun secara instan bagi penggunanya.
Namun, kemudahan tersebut datang dengan harga yang sangat mahal. Setiap permintaan yang dikabulkan akan memicu hitungan mundur selama 24 jam sebelum penggunanya menghadapi kematian tragis yang tidak wajar.
Choi Hyeong-wook, yang sering menjadi korban perundungan di sekolah, menjadi orang pertama yang mencoba aplikasi tersebut. Rasa frustrasi mendorongnya mengajukan permintaan tanpa menyadari risiko mematikan yang mengintai di baliknya.
Kematian Hyeong-wook yang misterius tak lama setelah menggunakan aplikasi memicu kepanikan luar biasa di antara sahabatnya. Situasi semakin runyam ketika Lim Na-ri secara tidak sengaja menggunakan aplikasi saat berada dalam pengaruh alkohol.
Kutukan dan Rahasia Masa Lalu
Aplikasi Girigo tidak mempedulikan niat pengguna, melainkan hanya memproses kata-kata yang diucapkan. Hal ini menyebabkan rangkaian kematian logis di lingkungan sekolah yang sulit dijelaskan oleh akal sehat manusia.
Di tengah situasi mencekam, Yoo Se-ah mencoba mengambil inisiatif untuk memimpin rekan-rekannya. Ia berusaha mengungkap misteri di balik teknologi tersebut sebelum jumlah korban terus bertambah di kalangan siswa SMA Seorin.
Penyelidikan mereka justru membongkar berbagai rahasia gelap mulai dari pengkhianatan hingga ambisi tersembunyi. Ternyata, kelima sahabat tersebut memiliki keterkaitan erat dengan asal-usul munculnya aplikasi Girigo di sekolah mereka.
Girigo terungkap bukan sekadar produk teknologi modern biasa. Aplikasi tersebut memiliki kaitan dengan legenda kuno dan entitas supranatural yang menuntut pembalasan dendam melalui nyawa manusia yang serakah.
Siklus kematian terus berlanjut di saat waktu mereka semakin menipis. Para karakter utama dihadapkan pada dilema moral yang berat ketika kebenaran mengenai kutukan tersebut mulai terkuak sepenuhnya.
Serial If Wishes Could Kill mengakhiri narasinya dengan sebuah akhir yang dibiarkan ambigu. Keputusan tersebut memberikan ruang bagi penonton untuk mempertanyakan nasib akhir dari para penyintas kutukan Girigo.