Kemenangan tipis 1-0 Arsenal atas West Ham United di London Stadium pada Minggu (10/5/2026) diwarnai perdebatan setelah gol penyama kedudukan tuan rumah dianulir wasit melalui tinjauan VAR di masa tambahan waktu.
Gol Leandro Trossard pada menit ke-83 menjadi pembeda dalam laga tersebut, namun fokus beralih pada insiden pelanggaran terhadap kiper David Raya yang membatalkan gol Callum Wilson, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Tayangan ulang menunjukkan Jean-Clair Todibo menarik Raya saat situasi sepak pojok, sementara Pablo menahan tangan sang penjaga gawang yang sedang berupaya menangkap bola dalam kemelut di depan gawang.
Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, memberikan pembelaan terhadap keputusan wasit Chris Kavanagh meskipun selama musim ini dirinya dikenal sering melontarkan kritik tajam kepada skuad asuhan Mikel Arteta.
"Orang-orang mengeluh karena Arsenal telah melakukannya sepanjang tahun, tetapi sebenarnya tidak begitu. Mereka melakukannya secara legal," kata Scholes di acara The Good, The Bad & The Football.
Scholes menilai terdapat dua pelanggaran nyata yang dilakukan pemain West Ham dalam momen krusial tersebut sehingga keputusan penganuliran gol sudah sesuai dengan aturan pertandingan.
"Itu jelas pelanggaran. Ada dua pelanggaran. Lawan menaruh tangannya di atas tubuhnya (Raya), dia tidak bisa bergerak, dan yang lainnya adalah saat lawan menariknya," sambungnya.
Legenda Setan Merah tersebut juga menyoroti keunggulan fisik pemain lawan yang membuat posisi David Raya menjadi sangat sulit untuk melakukan penyelamatan bola dengan bebas.
"Ada satu orang di belakang yang menarik lengannya. Jika saya meletakkan tangan saya di sana, Anda bisa menahannya. Dan lawannya sangat besar. Jadi itu kuat, Anda tahu Anda tidak bisa bergerak, kan?" Scholes menegaskan.
Di sisi lain, rekan setim Scholes terdahulu, Nicky Butt, menyuarakan pendapat berbeda terkait penggunaan teknologi asisten wasit video tersebut dalam sepak bola modern.
"VAR aib dan saya harap mereka menghapusnya. Hampir semua orang tahu itu pelanggaran. Tapi saya rasa orang-orang tidak memperdebatkan fakta bahwa itu adalah pelanggaran. Cukup jelas itu pelanggaran, tetapi ini semua tentang apa yang terjadi sebelumnya," Butt mengungkapkan.