Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor YouTube Cerita Lila ke Layar Lebar

Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor YouTube Cerita Lila ke Layar Lebar
Foto: Ilustrasi Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor YouTube Cerita Lila ke Layar Lebar.

Aktris Lutesha membintangi film horor terbaru berjudul Cerita Lila yang diadaptasi dari konten penelusuran mistis kanal YouTube Sara Wijayanto. Film arahan sutradara Bobby Prasetyo tersebut dijadwalkan mulai menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Juni 2026 mendatang.

Dilansir dari Suara, sinema ini menyoroti kehidupan Tari, seorang ibu tunggal yang diperankan oleh Lutesha. Karakter tersebut dikisahkan tengah berjuang dalam perselisihan hak asuh anak dengan mantan suaminya sembari menghadapi gangguan gaib di rumah yang hendak dijualnya.

Hunian tersebut dihuni oleh tiga entitas mistis bernama Lila, Suti, dan Rahma yang mulai melancarkan teror kepada penghuninya. Persoalan perebutan anak dan tekanan mistis menjadi konflik sentral dalam produksi layar lebar ini.

"Dari sinilah teror kemudian bermula," kata Lutesha dalam perilisan film di Epicentrum, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Mei 2026.

Pemeran utama film ini mengungkapkan bahwa meskipun bergenre horor, naskah yang ditawarkan memiliki kedalaman cerita pada aspek kemanusiaan. Ia menilai porsi drama dalam proyek ini memberikan tantangan tersendiri bagi kemampuan aktingnya.

"Ekspektasi aku, ini film horor yang penuh jump scare dan kesurupan yang seru-seruan saja," ucap Lutesha.

Lutesha menjelaskan bahwa ia menemukan kejutan saat mulai mendalami materi skenario yang diberikan tim produksi. Ia merasakan adanya perubahan emosi yang drastis sepanjang perkembangan karakter Tari dalam menghadapi masalah hidupnya.

"Tapi setelah baca skripnya, ternyata muatan dramanya sangat berat (heavy) dan emosinya benar-benar seperti roller coaster," imbuh aktris 31 tahun ini.

Selain pendalaman karakter, proses produksi juga melibatkan aspek teknis yang cukup menantang bagi para pemeran. Lutesha harus menjalani latihan fisik khusus untuk mendukung adegan-adegan yang menggunakan efek visual tertentu.

"Ada workshop khusus untuk stunt, belajar cara jatuh yang aman dan mencoba menggunakan sling. Karena ada beberapa adegan yang membutuhkan itu," ucapnya.

Pencipta konten asal Indonesia, Sara Wijayanto, menegaskan bahwa visi sutradara Bobby Prasetyo bukan sekadar menghadirkan penampakan hantu untuk menakut-nakuti penonton. Fokus utama film tetap berakar pada ketahanan mental manusia saat diterpa berbagai problematika kehidupan.

ÔÇ£Tapi perjalanan manusia menghadapi banyak masalah gimana caranya untuk bisa menghadapinya gitu,ÔÇØ kata Sara Wijayanto.

Proyek film ini juga dimeriahkan oleh kehadiran sederet aktor ternama lainnya seperti Shareefa Daanish dan Wafda Lubis. Seluruh jajaran pemain memastikan bahwa standar keamanan tetap menjadi prioritas selama proses pengambilan gambar berlangsung hingga rampung.

Artikel terkait

Rekomendasi