Penyanyi Sal Priadi merilis lagu tema orisinal bertajuk Kepala, Pundak, Kerja Lagi untuk film horor fantasi Monster Pabrik Rambut dalam acara peluncuran trailer di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026). Selain mengisi jalur suara, Sal juga terlibat sebagai pemeran dalam film karya sutradara Edwin tersebut.
Pembuatan lagu ini diakui Sal sebagai salah satu momen paling intens dalam perjalanannya di dunia musik. Dilansir dari Detikcom, proses kreatif tersebut melibatkan eksplorasi mendalam terhadap atmosfer cerita film.
"Ya ini satu, sebagai seorang penulis lagu dan penyanyi ini bisa dibilang salah satu proses membuat lagu yang paling dahsyat," kata Sal Priadi.
Lagu ini berawal dari momen spontan saat pengambilan gambar sedang berlangsung. Sal menceritakan bahwa ide tersebut muncul ketika ia sedang memerankan karakter bernama Rudi di lokasi syuting.
"Di dalam scene-nya, peran yang aku mainkan, Rudi, ada satu adegan menyanyikan sedikit bait lagu sambil bergumam. Terus tiba-tiba Mas Edwin (sutradara) datang dan bilang, 'Lagu ini kita bikin full-nya aja.' Wow, no pressure ya guys. Bahasa dia 'kita', alias lo aja," ungkapnya sambil tertawa.
Sal kemudian berupaya mendalami perannya untuk mencari pesan yang tepat bagi lirik lagu tersebut. Ia berusaha memposisikan diri dalam situasi yang dialami para tokoh di dalam film.
"Terus akhirnya aku coba untuk membayangkan situasi yang ada di dalam filmnya sebagai perannya, sebagai pesan-pesan yang mau disampaikan," jelasnya.
Nuansa musik yang dihasilkan pun berbeda dari karya-karya Sal sebelumnya yang biasanya berbasis instrumen akustik. Kali ini, ia menggandeng produser musik elektronik guna menciptakan efek suara industrial yang kental.
"Ini juga pengalaman aku pertama kali bekerja dengan seorang produser musik elektronik. Kami berusaha menyampaikan gagasan soal bunyi-bunyian industrial, suasana pabrik, ada langkah kaki," tuturnya.
Perubahan pendekatan ini bertujuan agar pendengar dapat merasakan langsung suasana mencekam di dalam pabrik. Sal menekankan pentingnya elemen suara latar dalam komposisi lagu ini.
"Biasanya pendekatannya mulai dari gitar atau piano. Tapi kali ini kita mulai dari soundscape, dari bunyi-bunyian yang bisa menangkap situasi filmnya," lanjut Sal.
Lirik lagu tersebut juga membawa pesan solidaritas di antara para pekerja. Sal menyoroti fenomena beban kerja berlebihan yang sering dialami oleh buruh pabrik.
"Dan ketika ditulis liriknya, muncul lirik-lirik yang rasanya seperti marching, solidaritas, kebersamaan para pekerja menghadapi situasi yang terjadi. Berkaitan juga sama overwork," katanya.
Penggunaan judul lagu yang menyerupai lagu anak-anak merupakan pilihan sadar untuk menciptakan kontras. Sal ingin menghadirkan sisi jenaka namun getir melalui permainan kata tersebut.
"Terus wordplay dari judulnya, Kepala Pundak Kerja Lagi, kita mainkan dari judul anak-anak. Ini bentuk satir yang aku coba lakukan," tambahnya.
Karakter Rudi yang dimainkan oleh Sal digambarkan sebagai sosok yang mulai mencurigai adanya misteri di tempat kerjanya. Penyelidikan Rudi terhadap kejanggalan di pabrik menjadi salah satu titik sentral dalam plot film.
"Rudi adalah pekerja keras, tapi karena dia melihat keganjilan-keganjilan di pabrik, akhirnya dia masuk mencari tahu misteri apa yang ada di balik kisah-kisah aneh di dalam pabrik ini," jelas Sal.
Film Monster Pabrik Rambut yang memiliki judul internasional Sleep No More ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 4 Juni 2026. Selain Sal Priadi, sejumlah aktor ternama seperti Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, Lutesha, hingga Didik Nini Thowok turut memperkuat jajaran pemain.