Aktor FTV Ridho Illahi secara resmi mengumumkan kabar pernikahannya dengan Anindya Caroline yang telah berlangsung secara sederhana di Padang pada 23 Januari 2026. Kabar yang dilansir dari Detik Hot ini sekaligus mengonfirmasi kondisi sang istri yang kini sedang mengandung buah hati pertama mereka.
Keputusan untuk mempublikasikan status pernikahan tersebut baru dilakukan pada Mei 2026 demi menghindari spekulasi negatif dari publik. Ridho menjelaskan bahwa selama ini ia masih disibukkan dengan berbagai agenda pekerjaan di balik layar dan aktivitas lainnya.
"Dan alhamdulillah awal Maret kita dapat rezeki garis dua, dia hamil. Dan kenapa kita harus nge-publish? Ya biar nggak ada berita-berita yang miring. Karena orang kan tahunya nggak tahu kita nikahnya tanggal berapa gitu lho," kata Ridho Illahi saat ditemui di Gunung Putri, kemarin.
Kesibukan profesional menjadi alasan utama pasangan ini sempat menunda pengumuman resmi ke hadapan publik. Ridho menyatakan bahwa periode awal tahun merupakan waktu yang cukup padat bagi kariernya sebagai produser dan DJ.
"Mungkin karena Januari-Februari itu masih capek-capeknya. Aku kan juga banyak kegiatan, ada kerjaan yang nggak bisa aku tinggal, entah dari PH, DJ, syuting. Apalagi aku juga orang di balik layar sekarang, belajar jadi produser," beber Ridho.
Pria ini juga menekankan bahwa momentum saat ini dipilih karena jadwal kerjanya yang mulai melonggar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
"Yang penting ini (pekerjaan) kelar dulu. Baru kayak bulan ini kan termasuk banyak kosongnya nih, bisa nih kita publish. Itu sih alasannya, nggak ada yang spesifik banget," sambung Ridho.
Anindya Caroline membagikan detail mengenai kondisi kesehatannya sejak mengetahui hasil tes kehamilan pada awal Maret lalu. Saat ini, usia kandungannya telah melewati masa awal kehamilan berdasarkan hasil pemeriksaan medis terbaru.
"Sudah 10 minggu, terakhir USG," ujar Anindya.
Meskipun tidak merasakan perubahan suasana hati yang ekstrem, Anindya mengaku harus menghadapi tantangan fisik berupa rasa mual yang intens setiap harinya.
"Tapi nggak mood swing ya, mual saja. Nggak ada ngidam juga," kata Anindya.
Melihat kondisi tersebut, Ridho mengaku mendapatkan sudut pandang baru mengenai perjuangan seorang ibu dalam menjaga kandungan. Ia senantiasa mendampingi istrinya yang sering mengalami mual setelah mengonsumsi makanan.
"Di situ aku baru tahu perjuangan seorang ibu. Jadi apa pun yang dia makan, keluar. Luar biasa," tutur Ridho.
Pasangan ini memutuskan untuk belum membeli perlengkapan bayi karena mengikuti kepercayaan tradisional tertentu. Mereka memilih untuk menunggu hingga waktu yang tepat sebelum melakukan persiapan barang-barang kebutuhan anak.
"Kita kan menghindari hal-hal yang kayak gitu. Percaya nggak percaya, kayak beli baju saja kita belum. Cewek-cowok kita belum tahu," jelas Ridho.
Anindya sendiri secara pribadi mengungkapkan harapannya terkait jenis kelamin calon buah hati mereka kelak saat melahirkan.
"Aku sih pengin cewek dan cowok (kembar)," ujar Anindya sambil tertawa.
Menanggapi harapan sang istri, Ridho menyatakan kesiapannya untuk menerima tanggung jawab sebagai ayah tanpa mempermasalahkan jenis kelamin anaknya nanti.
"Dikasih apa saja sama Tuhan alhamdulillah aku syukurin. Kalau dapat cowok aku senang, kalau dapat cewek lagi aku juga senang," kata Ridho.
Memasuki fase trimester pertama yang dinilai sangat krusial, Ridho kini lebih selektif dalam mengatur asupan nutrisi dan suplemen bagi Anindya. Ia memilih untuk mengurangi kegiatan di luar rumah demi memastikan keamanan sang istri.
"Trimester ini krusial banget ya, jadi harus hati-hati dalam penanganannya. Apa pun yang dia makan, aku harus cek dulu obat yang dia minum, vitamin, apa pun aku pasti memberikan yang terbaik," ungkap Ridho.
Pengurangan aktivitas nongkrong dan pertemuan bisnis di luar merupakan komitmen yang diambilnya untuk tetap bersiaga di kediaman mereka.
"Makanya aku ngurangin kegiatan di luar rumah, kayak meeting atau nongkrong bahas kerjaan, aku lebih banyak standby di rumah," lanjut Ridho.
Kondisi fisik Anindya yang mudah lelah dan mengalami sesak napas saat berdiri terlalu lama memaksa pasangan ini untuk menyediakan fasilitas khusus saat mandi.
"Karena memang dia dari bangun tidur, bahkan sampai tidur pun aku harus tetap standby. Kadang dia mandi untuk berdiri lama saja sudah sesak napas, kelelahan. Akhirnya kita beli kursi plastik untuk dia duduk saat mandi," pungkas Ridho.