Mantan bek Manchester City, Micah Richards, melayangkan pembelaan bagi kiper Gianluigi Donnarumma yang menerima gelombang kritik akibat kesalahan fatal dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris melawan Arsenal pada Minggu, 19 April 2026.
Kemenangan tipis Manchester City dengan skor 2-1 atas Arsenal di Etihad Stadium tersebut sempat diwarnai ketegangan setelah gol balasan tim tamu lahir dari kegagalan Donnarumma mendistribusikan bola di area penalti sendiri.
Gol pembuka tim tuan rumah dicetak oleh Rayan Cherki sebelum akhirnya disamakan oleh Kai Havertz yang memanfaatkan operan Donnarumma, hingga akhirnya Erling Haaland memastikan poin penuh bagi The Citizens, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Donnarumma dinilai tidak selaras dengan filosofi permainan Pep Guardiola yang mengandalkan pembangunan serangan dari lini belakang, namun Richards menganggap tekanan operan dari rekan setimnya yang memicu terjadinya kesalahan tersebut.
"Ini benar-benar tindakan kriminal. Kembali mengoper bola ke kiper setelah unggul 1-0. Cukup operan panjang. Itu saja yang perlu dilakukan. Mengatur ulang formasi. Membangun serangan lagi." kata Richards.
Sosok yang kini menjadi pengamat sepak bola tersebut menegaskan bahwa kualitas Donnarumma tidak boleh diukur hanya dari satu momen negatif, terutama mengingat rekam jejak sang kiper di level internasional.
"Untuk Donnarumma, dengan pengalaman memenangkan Liga Champions bersama PSG, orang-orang membicarakan tentang kemampuannya yang kurang baik dalam mengontrol bola. Itulah yang dibicarakan orang-orang," ujar Richards.
Richards juga membandingkan gaya distribusi Donnarumma dengan Ederson sembari menekankan bahwa kiper asal Italia tersebut tetap memiliki keunggulan yang signifikan dalam situasi permainan jarak pendek.
"Donnarumma sangat, sangat bagus dalam tempo operan pendek. Dia tidak memiliki operan panjang seperti Ederson, tetapi tidak ada kiper lain yang memiliki kemampuan operan seperti Ederson." jelas Richards.
Menurut Richards, kritik yang beredar cenderung mengabaikan ketenangan dan aspek pengambilan keputusan Donnarumma yang selama ini menjadi bagian penting dari pertahanan Manchester City.
"Gigio benar-benar bagus dalam hal ketenangan, kontrol bola pertama, dan pengambilan keputusan untuk melakukan umpan pendek. Dia jauh, jauh lebih baik daripada yang orang kira," tegas Richards.
Berkat hasil pertandingan ini, Manchester City kini mengoleksi 70 poin dan hanya terpaut tiga angka dari Arsenal di puncak klasemen sementara dengan tabungan satu pertandingan lebih banyak.