Resmi Jadi Musafir, Como 1907 Pinjam Kandang Jay Idzes untuk Liga Italia 2026

Resmi Jadi Musafir, Como 1907 Pinjam Kandang Jay Idzes untuk Liga Italia 2026
Foto: Resmi Jadi Musafir, Como 1907 Pinjam Kandang Jay Idzes untuk Liga Italia 2026. (Illustration by Pexels)

Langkah bersejarah Como 1907 menuju panggung Liga Champions musim depan harus sedikit terhambat oleh kendala infrastruktur. UEFA secara resmi melarang klub asuhan Cesc Fabregas tersebut menggunakan Stadion Giuseppe Sinigaglia untuk menggelar laga kandang di kompetisi elit Eropa itu.

Keputusan ini diambil setelah otoritas sepak bola tertinggi di Eropa tersebut melakukan evaluasi mendalam terhadap kelayakan stadion. Hasilnya, markas kebanggaan warga Como itu dianggap belum memenuhi standar minimal infrastruktur yang diwajibkan oleh UEFA.

Persoalan Kapasitas Penonton

Faktor utama yang menjadi ganjalan adalah kapasitas penonton Stadion Giuseppe Sinigaglia yang tergolong kecil untuk level kompetisi sekelas Liga Champions. Stadion tersebut saat ini hanya mampu menampung sekitar 13.600 pasang mata.

Jumlah ini berada jauh di bawah syarat minimum yang ditetapkan UEFA untuk menyelenggarakan pertandingan tingkat tinggi. Akibatnya, Como harus mencari alternatif markas lain demi bisa menjamu klub-klub raksasa dari berbagai penjuru Eropa.

Berikut adalah ringkasan perbandingan kapasitas antara stadion lama dan stadion pengganti sementara bagi Como:

Aspek Stadion Stadion Giuseppe Sinigaglia Stadion Sassuolo (Mapei Stadium)
Status Markas Asli Como 1907 Kandang Sementara Liga Champions
Kapasitas Penonton Sekitar 13.600 Kursi Lebih dari 23.000 Kursi
Kelayakan UEFA Tidak Memenuhi Syarat Sudah Memenuhi Syarat

Pihak UEFA telah memberikan solusi dengan mengizinkan Como menggunakan markas milik klub Sassuolo untuk sepanjang musim depan. Stadion ini dinilai jauh lebih memadai karena memiliki fasilitas modern serta kapasitas yang melampaui 23.000 penonton.

Harus Mengungsi dari Kota Sendiri

Keputusan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi klub yang juga diperkuat oleh bek Timnas Indonesia, Jay Idzes. Meskipun menyandang status sebagai tuan rumah, para pemain Como terpaksa melakoni laga kandang jauh dari basis pendukung utama mereka.

Kondisi ini menjadi pil pahit di tengah perayaan sejarah baru bagi Como yang berhasil menembus Liga Champions untuk pertama kalinya dalam era modern. Kendati demikian, pencapaian fantastis klub ini tetap mendapat apresiasi luas dari publik sepak bola dunia.

Transformasi Como dari tim divisi bawah Italia hingga mampu bersaing dengan jajaran klub elit Eropa merupakan kisah inspiratif yang luar biasa. Kini, fokus manajemen tentu beralih pada persiapan teknis di stadion baru agar performa mereka tetap maksimal di panggung internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi