Rendy Samuel Tanggapi Gugatan Cerai dan Isu KDRT Shindy Samuel

Rendy Samuel Tanggapi Gugatan Cerai dan Isu KDRT Shindy Samuel
Foto: Ilustrasi Rendy Samuel Tanggapi Gugatan Cerai dan Isu KDRT Shindy Samuel.

Aktor Rendy Samuel memberikan klarifikasi terkait gugatan cerai yang dilayangkan istrinya, Shindy Samuel, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Dilansir dari Detik Hot, Rendy membenarkan bahwa biduk rumah tangganya kini sedang berada dalam proses hukum untuk berpisah secara resmi.

"Ah ya kalau cerai memang itu lagi proses. Lagi proses. Doain sajalah yang terbaik buat kita semua ya. Buat Rendy, buat Bunda, buat anakku, Noah. Gitu," kata Rendy Samuel saat memberikan keterangan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pria yang juga dikenal sebagai pengusaha ini menanggapi kabar miring mengenai adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Rendy meragukan asumsi tersebut mengingat durasi pernikahan mereka yang sudah berjalan cukup lama.

"Oke. KDRT ya. Ya kalau misalnya asumsinya seperti itu, mungkin nggak tuh kira-kira gue sama Shindy sampai 9 tahun bertahan sampai sekarang? Gitu saja sih. Jadi biar teman-teman nilailah," ujarnya.

Eksistensi pola asuh anak menjadi prioritas Rendy di tengah proses hukum yang sedang bergulir. Ia menyatakan ingin memastikan pertumbuhan buah hati mereka tetap terjaga meski hubungan suami istri berakhir.

"Ya pokoknya sekarang fokusnyalah, concern-nya itu sebenarnya bukan cerainya, tapi lebih ke arah gimana kita merawat anaknya. Co-parenting anaknya itu gimana, pola kerja samanya gimana, gitu," ungkapnya.

Ia kembali menegaskan penolakannya terhadap tuduhan kekerasan saat dimintai keterangan lebih lanjut. Durasi kebersamaan selama hampir satu dekade menjadi dasar pembelaan Rendy terhadap isu tersebut.

"Yang tadi sudah dijawab tuh, kalau mengenai dugaan kekerasan nggak mungkinlah sampai 9 tahun 10 tahun ini kita masih bertahan," katanya.

Selain isu kekerasan, muncul pula kabar mengenai pemberian nafkah sebesar Rp 20 ribu per hari selama masa pernikahan. Rendy menjelaskan bahwa nominal tersebut merupakan potret perjuangan ekonomi mereka saat menetap di Kuningan, Jawa Barat.

"Jadi waktu itu kita itu tinggal di Kuningan, Jawa Barat. Ya mungkin saat itu memang ekonomi lagi nggak oke gitu. Namanya juga lagi berjuang bersama buat masa depan," jelasnya.

Langkah penghematan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Hal ini dilakukan demi mencapai target finansial tertentu, termasuk penyediaan fasilitas bagi anak mereka kelak.

"Jadi ada kesepakatan, kita nabung nih. Kita nabung, kita berhemat-hemat dulu untuk masa depan kita. Jadi goals-nya itu saat itu memang belum punya mobil dan ingin menabung supaya anak itu ketika lahir sudah ada mobil," lanjut Rendy.

Terkait tudingan permintaan uang sebesar Rp 30 miliar kepada Shindy, Rendy memilih untuk tidak memberikan detail pembelaan. Ia menyerahkan segala pembuktian tuduhan tersebut kepada pihak penggugat di persidangan nanti.

"Nggak apa-apa, nanti itu biar dibuktiin saja sih. Diriku nggak mau jawab banyak-banyak ya. Nanti biar kalau dia bisa membuktikan nggak apa-apa, tinggal dibuktikan saja," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi