Kericuhan mewarnai kompetisi sepak bola usia muda Elite Pro Academy U-20 saat pertandingan antara Dewa United melawan Bhayangkara FC berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu kemarin. Insiden kekerasan ini melibatkan mantan pemain Timnas Indonesia U-17.
Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20, namun situasi memanas setelah peluit panjang ditiupkan. Dilansir dari Kompas, salah satu pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto, dilaporkan melakukan tendangan kungfu ke arah pemain lawan.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) segera memberikan respons tegas terhadap tindakan brutal yang terjadi di lapangan hijau tersebut. Federasi mengutuk keras perilaku sejumlah pemain dalam laga yang digelar pada Minggu sore itu.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak memiliki tempat dalam ekosistem sepak bola nasional. Ia meminta adanya investigasi mendalam terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam keributan tersebut.
"Terkait insiden ini, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut kejadian ini tidak pantas dilakukan di ruang lingkup sepak bola. Karenanya, PSSI memerintahkan Komite Disiplin untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman berat bagi pelaku yang terlibat." ujar Yunus Nusi, Sekjen PSSI.
Pihak federasi juga memberikan instruksi khusus kepada perangkat pertandingan agar mengevaluasi kinerja wasit yang memimpin jalannya laga tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan keadilan dalam penegakan regulasi kompetisi.
"PSSI juga meminta Komite Wasit segera bergerak untuk memeriksa pengadil lapangan di laga tersebut." kata Yunus Nusi, Sekjen PSSI.
Analisis mengenai potensi sanksi bagi pemain yang melakukan aksi kekerasan menjadi sorotan utama setelah kejadian ini. Pakar sepak bola turut memantau perkembangan hukuman yang akan dijatuhkan oleh Komite Disiplin PSSI kepada Fadly Alberto dan pemain lainnya.
"Sanksi apa yang bisa dijatuhkan pada pemain yang melakukan tindakan kekerasan di lapangan? Kami akan membahasnya dengan analis sepak bola, Firzie Idris." ujar Firzie Idris, Analis Sepak Bola.
Fadly Alberto sendiri merupakan pemain yang tercatat pernah membela Timnas U-20 Indonesia. Kasus ini kini sepenuhnya berada dalam penanganan Komite Disiplin untuk menentukan derajat pelanggaran dan sanksi yang sesuai dengan kode disiplin organisasi.