Persaingan di pekan pamungkas Pegadaian Championship 2025/2026 kini berfokus pada penentuan tim yang berhak menjadi tuan rumah babak grand final serta play-off promosi. Status ini menjadi krusial bagi tim-tim papan atas untuk mendapatkan keuntungan bermain di kandang sendiri.
Regulasi Pasal 7 Sistem Kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, sebagaimana dikutip dari Kompas, menetapkan penentuan tuan rumah berdasarkan urutan klasemen akhir babak pendahuluan kedua grup. Kriteria utama dimulai dari jumlah poin tertinggi, diikuti selisih gol, hingga jumlah gol memasukkan.
Jika poin dan produktivitas gol masih identik, penilaian beralih pada poin fair play atau melalui mekanisme undian. Juara grup dengan perolehan poin yang lebih superior dibandingkan juara grup lainnya secara otomatis berhak menggelar laga grand final.
Hingga pekan ke-26, PSS Sleman menjadi kandidat terkuat dari Grup B dengan koleksi 53 poin dari 26 pertandingan. Elang Jawa saat ini unggul selisih gol +31 dibandingkan Persipura Jayapura yang memiliki poin sama namun dengan selisih gol +25.
Di Grup A, Garudayaksa memimpin persaingan dengan 49 poin, hanya terpaut satu angka dari Adhyaksa yang menguntit di posisi kedua. Kondisi ini membuat PSS Sleman berada di posisi terdepan sebagai calon tuan rumah grand final karena memiliki poin lebih tinggi daripada pemimpin Grup A.
Daftar Pesaing Tuan Rumah Babak Final dan Play-off
Penentuan status tuan rumah sangat bergantung pada hasil pertandingan terakhir yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 3 Mei 2026. Berikut adalah posisi empat tim teratas dalam perburuan tiket final dan promosi:
| Klub | Grup | Poin | Selisih Gol | Gol Masuk |
|---|---|---|---|---|
| PSS Sleman | B | 53 | +31 | 50 |
| Persipura Jayapura | B | 53 | +25 | 42 |
| Garudayaksa | A | 49 | +28 | 46 |
| Adhyaksa | A | 48 | +26 | 60 |
Aturan yang sama juga berlaku untuk perebutan status tuan rumah play-off promosi bagi penghuni peringkat kedua klasemen. Tim di posisi kedua dengan poin yang lebih tinggi berhak menyelenggarakan pertandingan sistem single match tersebut.
Konsekuensi Posisi Klasemen Akhir
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, posisi akhir di klasemen menentukan nasib tim untuk musim depan. Juara dari masing-masing grup akan langsung mengamankan tiket promosi ke BRI Super League 2026/27 sekaligus melaju ke babak grand final.
Bagi tim yang finis di peringkat kedua, mereka harus melewati babak play-off promosi melalui satu pertandingan menentukan. Sebaliknya, tim di peringkat sembilan harus berjuang di play-off degradasi agar tidak turun ke kasta bawah.
Risiko paling berat dihadapi oleh tim penghuni peringkat sepuluh yang dipastikan langsung degradasi ke Liga Nusantara 2026/27. Seluruh kepastian mengenai status tuan rumah dan promosi ini akan terjawab setelah rangkaian laga di pekan ke-27 tuntas dilaksanakan.