PSIM Yogyakarta berhasil mengamankan satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Persija Jakarta dalam laga pekan ke-29 Super League 2025-2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (22/4/2026). Hasil ini mengakhiri catatan buruk Laskar Mataram yang kalah pada tiga laga beruntun.
Dilansir dari Bola, PSIM Yogyakarta unggul lebih cepat melalui gol Ezequiel Vidal saat pertandingan baru berjalan empat menit. Persija kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-20 lewat eksekusi penalti Allano Brendon Souza Lima setelah wasit menunjuk titik putih.
Kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, melakukan penyelamatan krusial menjelang akhir babak pertama dengan menepis tendangan penalti Maxwell Souza. Aksi gemilang tersebut memastikan skor tetap sama kuat hingga pertandingan berakhir bagi kedua tim.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, menyatakan kepuasannya terhadap perolehan poin menghadapi salah satu kandidat juara liga. Ia menilai hasil tersebut menjadi modal penting bagi kepercayaan diri skuat asuhannya.
ÔÇ£Senang bisa dapat satu poin dari Persija, tim besar yang sedang berburu gelar juara," ujar Van Gastel dikutip dari Antara, Kamis (23/4/2026).
Juru taktik asal Belanda tersebut juga memuji respons para pemainnya yang mampu menghentikan rangkaian hasil negatif pada pertandingan sebelumnya.
ÔÇ£Kita senang juga bisa menghentikan tren negatif dan ada momentum untuk bisa dapat poin lagi.ÔÇØ ujar Van Gastel.
Van Gastel menambahkan bahwa bermain imbang melawan Persija merupakan pencapaian optimal bagi timnya saat ini. Ia menekankan perlunya evaluasi pada sektor pertahanan meski sempat menguasai jalannya babak pertama.
ÔÇ£Jika menghadapi tim sekelas Persija dengan hasil ini, adalah hasil maksimal yang bisa kita dapatkan," tambah sang pelatih.
Menurutnya, instruksi di ruang ganti sangat menekankan pada kedisiplinan pemain untuk menjaga area pertahanan agar tidak kebobolan lagi pada paruh kedua laga.
ÔÇ£Di ruang ganti saya sampaikan ke pemain bahwa kita harus bisa bertahan dengan lebih baik lagi di babak kedua setelah di babak pertama bisa kuasai pertandingan." kata Van Gastel.
Pelatih kelahiran Breda tersebut menutup keterangannya dengan kembali menegaskan bahwa skor imbang adalah torehan terbaik yang bisa diraih timnya dalam kondisi tersebut.
ÔÇ£Tapi sekali lagi, ini adalah hasil maksimal yang bisa kita dapat,ÔÇØ tutup pelatih kelahiran Breda, Belanda, pada 28 April 1972 itu.
Hasil ini membuat PSIM Yogyakarta naik ke posisi kesembilan klasemen sementara dengan total 39 poin. Sementara bagi Persija Jakarta, kegagalan meraih kemenangan ini menjadi hambatan dalam persaingan menuju puncak klasemen melawan Persib Bandung.