Paris Saint-Germain (PSG) mengamankan kemenangan tipis 5-4 atas Bayern Muenchen dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions 2025-2026 di Stadion Parc des Princes pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat. Hasil ini secara resmi mencatatkan rekor sebagai pertandingan semifinal dengan torehan gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola.
Lima gol kemenangan milik tuan rumah masing-masing dihasilkan melalui kontribusi Khvicha Kvaratskhelia, Joao Neves, serta aksi Ousmane Dembele. Sementara itu, empat gol balasan dari tim tamu datang melalui sepakan penalti Harry Kane serta gol dari Michael Olise, Dayot Upamecano, dan Luis Diaz.
Legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, menilai taktik yang diterapkan oleh juru taktik PSG, Luis Enrique, menjadi faktor pembeda dalam laga sengit tersebut. Del Piero melihat adanya kemajuan pesat pada sektor pertahanan dan kecepatan transisi menyerang yang diperagakan oleh skuad Les Parisiens.
"Kedua tim ini memiliki banyak kesamaan dalam cara bermain, tetapi bagi saya PSG memiliki sesuatu yang sedikit lebih istimewa." ujar Del Piero, Legenda Sepak Bola Italia.
Pria yang pernah membela Juventus ini menambahkan bahwa Enrique mampu melakukan adaptasi strategi secara tepat guna memaksimalkan situasi serangan balik yang sangat efisien.
"Luis Enrique telah beradaptasi dengan baik, meningkatkan fase pertahanan mereka dan memanfaatkan serangan balik dengan sangat baik." imbuh Del Piero, Legenda Sepak Bola Italia.
Del Piero juga memberikan catatan khusus terhadap performa tim tamu yang dianggapnya kurang memiliki daya ledak dibandingkan gaya main tuan rumah.
"Saya belum pernah melihat Bayern bermain dengan tingkat daya ledak yang sama," ungkap Del Piero, Legenda Sepak Bola Italia.
Dalam analisisnya lebih lanjut, Del Piero membandingkan profil lini depan kedua klub yang memiliki karakteristik kontras dalam membangun serangan.
"Di lini depan ada Kane, yang mampu mengatur dan menyelesaikan serangan, sementara tim Perancis memiliki kecepatan murni di mana-mana," kata Del Piero, Legenda Sepak Bola Italia.
Terlepas dari hasil akhir, ia memuji kualitas kedua tim yang dianggap tidak memiliki celah kelemahan signifikan sepanjang pertandingan berlangsung.
"Bayern mungkin lebih banyak memanfaatkan bola mati, tetapi pada dasarnya kedua tim ini tidak memiliki kelemahan yang berarti. Akan menyenangkan jika mereka bertemu di final." pungkas Del Piero, Legenda Sepak Bola Italia.
Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany, memberikan pengakuan atas ketatnya persaingan di lapangan dan menekankan pentingnya ketegasan dalam mengeksekusi strategi bertahan melawan pemain kelas dunia.
"Rasanya berbeda bagi saya untuk menonton (dari bangku penonton)," kata Kompany, Pelatih Bayern Muenchen.
Kompany juga mengapresiasi kinerja staf kepelatihan yang telah melakukan persiapan matang meski dirinya harus memantau laga dari bangku penonton.
"Namun saya lebih suka berada di lapangan, merasakan emosi pertandingan dan mencoba membantu. Staf melakukan pekerjaan yang fantastis dalam mempersiapkan tim." tutur Kompany, Pelatih Bayern Muenchen.
Mantan kapten Manchester City ini menggarisbawahi bahwa kesalahan sekecil apa pun dalam memilih pendekatan taktis akan berakibat fatal saat menghadapi lawan sekaliber PSG.
"Saya melihat banyak pertahanan yang bagus hari ini, tetapi permainan ini sangat tipis perbedaannya, Anda harus memilih untuk bertarung habis-habisan, atau mundur sepenuhnya. Strategi di antara keduanya tidak akan berhasil melawan pemain-pemain di level itu." jelas Kompany, Pelatih Bayern Muenchen.
Duel penentuan untuk memperebutkan tiket ke partai puncak akan berlanjut pada pertandingan leg kedua yang dijadwalkan berlangsung di Allianz Arena pada Rabu (6/5/2026).