Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri melaju ke babak final Liga Champions setelah bermain imbang 1-1 melawan Bayern Munich pada leg kedua semifinal di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026). Hasil seri ini membuat Les Parisiens unggul agregat tipis 6-5 atas Die Roten.
Dilansir dari Detik Sport, keunggulan tim tamu tercipta lebih awal melalui aksi Ousmane Dembele saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Tuan rumah baru sanggup menyamakan kedudukan pada pengujung laga lewat penyelesaian akhir Harry Kane.
Kekalahan agregat ini tidak lepas dari hasil pertemuan pertama di Parc de Princes pekan lalu yang berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan PSG. Meski tampil di hadapan pendukung sendiri, Bayern Munich gagal membalikkan keadaan secara keseluruhan.
| Aspek Pertandingan | Bayern Munich | PSG |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 62% | 38% |
| Total Tembakan | 15 | 15 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 5 | 8 |
Dominasi penguasaan bola Bayern Munich yang mencapai 62 persen gagal dikonversi menjadi kemenangan karena solidnya pertahanan lawan. Sebaliknya, PSG tampil efektif dengan mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran, lebih banyak dibandingkan lima milik Bayern.
Bek sayap Bayern Munich, Konrad Laimer, mengungkapkan rasa kecewa karena efektivitas penyelesaian akhir timnya yang dianggap kurang tajam. Ia menilai detail kecil seperti keterlambatan mencetak gol menjadi faktor penentu kegagalan mereka melangkah ke partai puncak.
"Entah bagaimana rasanya kami kehilangan pukulan terakhir dengan peluang yang jelas 100 persen. Kami memiliki banyak tembakan dan banyak aksi di area penalti lawan. Namun seperti yang saya katakan, dalam dua leg, kami hanya terpaut satu gol melawan tim yang sangat, sangat bagus," ujar Laimer, pemain Bayern Munich.
Penegasan mengenai pentingnya momentum gol di awal laga juga disampaikan oleh pemain berkebangsaan Austria tersebut. Menurutnya, atmosfer stadion akan sangat membantu jika gol balasan tercipta lebih cepat untuk menekan mental lawan.
"Pada akhirnya, satu gol itu datang agak terlambat. Saya pikir jika itu datang sedikit lebih awal, maka seluruh stadion akan kembali hidup, seperti yang terjadi sepanjang pertandingan, dan mungkin kami masih bisa terus maju dan memenangkan pertandingan," jelas Laimer, bek sayap Bayern Munich.
Kegagalan ini membuat langkah Bayern Munich terhenti di babak semifinal. Sementara itu, Paris Saint-Germain kini menunggu calon lawan mereka di laga final untuk memperebutkan trofi kasta tertinggi antarklub Eropa tersebut.